"Sebelumnya saya sebenarnya ada surat izin, saya izin di stasiun karet dan langsung menuju pihak manajemen," kata Erlangga kepada detikcom, Kamis (18/5/2017).
Erlangga mengaku sebagai remaja usia 15 tahun yang berdomisili di Jakarta. Dia mengunggah hasil fotonya itu di akun Instagram @erlanggacitro, 12 Mei 2017. Dalam kolom komentar, akun @suryardiansyah menanyakan soal perlunya izin untuk masuk terowongan itu. Kemudian Erlangga menjawab bahwa dia masuk dengan cara, "Ilegal bang."
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erlangga mengaku menjawab bahwa aksinya itu ilegal supaya tak ada orang selain dirinya yang coba-coba masuk ke terowongan MRT itu. "Nah saya jawab ilegal bukan karena saya menunjukkan bahwa saya paling keren atau apa, tapi saya takut spot MRT tercemar ke banyak orang," ujar Erlangga.
Soal izin mengunjungi terowongan, sebelumnya PT MRT Jakarta telah mengatakan perlu pengajuan izin ke pihaknya langsung, bukan ke kontraktor lokasi proyek setempat. Itupun harus melewati daftar panjang, mengisi kuesioner, dan dipertimbangkan sesuai prioritas kepentingan kunjungan.
Bila kunjungan hanya sekadar untuk berselfie, PT MRT Jakarta tak akan memprioritaskan. Bila diizinkan mengunjungi terowongan, kunjungan dilakukan pada hari Kamis, satu jam saja, dalam 20 orang rombongan.
Erlangga tak ingat kapan dia masuk ke terowongan itu, dia hanya memperkirakan aksi itu dilakukan bertiga pada sebulan lalu. "Saya izin jam setengah lima sore, dan naik lagi (selesai dari terowongan) jam setengah tujuh," kata dia.
Untuk lokasinya, dia hanya menyebut di sekitar Bundaran Hotel Indonesia (HI). Tak jelas lewat tangga menuju ke bawah sebelah mana yang dia gunakan untuk sampai dalam terowongan bawah tanah. (dnu/tor)










































