Meskipun Digusur, Pedagang Tak Mau Pindah ke Jakabaring

Meskipun Digusur, Pedagang Tak Mau Pindah ke Jakabaring

- detikNews
Kamis, 28 Apr 2005 14:31 WIB
Palembang - Sepekan setelah digusur, sebagian besar pedagang di Lorong Basah, 16 Ilir, Palembang, belum pindah ke Pasar Induk Jakabaring. Mereka terus berjualan di lorong itu dengan membentang jualan di atas tikar atau terpal.Berdasarkan pemantaun detikcom dalam dua hari ini, para pedagang yang tampak tidak takut dikejar petugas Pemerintah Palembang menggelar dagangan mereka di Lorong Basah dengan alas seadanya."Kami belum ke Jakabaring. Siapa yang mau beli pakaian di sana? Sayuran saja susah dijual apalagi pakaian," kata Syamsuddin, pedagang pakaian yang membentangkan jualan di atas sebuah terpal. "Kios atau lapak yang dijual juga terlalu mahal," sambungnya.Para pedagang yang membentangkan jualannya di Lorong Basah umumnya para penjual pakaian, barang pecah belah, alat-alat tulis, dan perhiasan imitasi.Sementara para pembeli juga tampak tidak keberatan dengan cara berjualan seperti itu. "Ya, lebih baik seperti ini dari pada harus ke Jakabaring yang jauh itu. Ngeri lagi kalau belanja di sana. Kabarnya banyak penodongan dan copet," kata Erni, warga Bukitkecil kepada detikcom.Sementara di Pasar Induk Jakabaring, seperti dipantau Rabu (27/4/2005) kemarin tampak hanya sebagian pedagang dari Lorong Basah yang pindah. "Hanya beberapa toko, tapi mereka belum berdagang," kata Muksin, seorang pedagang klontongan yang sudah enam bulan berjualan di pasar tersebut."Ya, saat ini masih sepi. Tapi, ya, dari pada tegang setiap hari lantaran diburu-buru pol pp (polisi pamong praja), lebih baik seperti ini," tambah Muksin.Meskipun sudah digusur, sebagian pedagang berharap Walikota Palembang tetap mempertimbangkan kepindahan mereka ke Jakabaring. "Biarlah kami berjualan seperti ini sebelum kami benar-benar siap ke Jakabaring," kata Syamsuddin. Sementara Walikota Palembang Eddy Santana Putra saat ini tengah melakukan kunjungan ke sejumlah negara di Eropa Barat. (nrl/)


Berita Terkait