DetikNews
Rabu 17 Mei 2017, 21:38 WIB

Diduga Timbun Bawang Putih Selundupan, PT TPI: Kami Punya Dokumen

Jabbar Ramdhani - detikNews
Diduga Timbun Bawang Putih Selundupan, PT TPI: Kami Punya Dokumen Bawang putih yang diduga selundupan (Jabbar Ramdhani/detikcom)
Bekasi - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri menyegel sebuah truk dan sebuah gudang yang berisikan bawang putih. Di sana diduga terjadi penyelundupan dan penimbunan bawang putih.

Diketahui gudang dan truk tersebut milik PT Tunas Perkasa Indonesia (TPI) yang memiliki jasa penyimpanan hortikultura. Marketing Manager PT TPI, Jaya Sartika mengatakan sudah memberikan klarifikasi kepada pihak kepolisian.

"Kemarin ada pemeriksaan dari Bareskrim mengenai dokumentasi dari pengadaan bawang impor jenis bawang putih. Dari pemeriksaan itu memang diindikasikan adanya penimbunan. Tapi kami sudah klarifikasi dari inbound maupun outbond dari posisi produk kami di gudang sepertinya tidak terjadi penimbunan," kata Jaya Sartika saat ditemui di lokasi, Jalan Marunda Makmur No 11, Sagara Makmur, Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (17/5/2017).

Jaya mengatakan, terkait bawang putih yang ada di dalam truk memang ada dokumen yang belum lengkap. Tapi pada hari ini, dokumen tersebut akan dilengkapinya.

"Kedua, adanya dokumen yang tidak lengkap dari salah satu mobil pengirim yang kemarin datang. Kemarin ternyata ada dokumen yang belum dilengkapi dan hari ini akan kita lengkapi. Kami juga punya dokumen yang bisa dipertanggungjawabkan," ucapnya.

Pantauan di lokasi, ada dua buah rak berisi bawang putih di dalam gudang yang dipasang garis polisi. Selain itu ada truk besar bernomor polisi BK 8669 TF yang bermuatan bawang putih yang juga dipasangi garis polisi.

"Dokumen pengiriman barang tersebut ada perbedaan antara surat jalan dengan isi barang. Jadi itu yang kemungkinan pengiriman di Medan salah dalam memberikan surat jalan. Itu yang diminta klarifikasi dari pihak Bareskrim," ujarnya.

Bawang putih yang diduga selundupanBawang putih yang diduga selundupan (Jabbar Ramdhani/detikcom)


Jaya menyebut ada perbedaan antara surat jalan dengan isi barang yang ada dalam truk terkait dengan total berat muatan bawang putih.

Dia mengatakan truk tersebut baru tiba pada Selasa (16/5) kemarin. Di dalam truk tersebut, menurutnya ada bawang putih sekitar 50 ton. Jaya mengatakan, total bawang putih yang disegel oleh polisi beratnya tidak sampai 182 ton.

"Kurang lebih stok tak lebih dari 75 ton total yang di mobil dan di gudang. Dari surat jalan yang kami terima hanya sekitar 58 ton," tuturnya.

Bawang putih tersebut dikirim dari Medan, Sumatera Utara. Bawang ini diimpor dari India dan China.

Pada Rabu ini, Jaya mengatakan sudah ada perwakilan perusahaannya yang datang ke Bareskrim untuk memberikan klarifikasi terkait dokumen bermasalah tersebut. "Hari ini tim saya, Pak Feri sedang ke Bareskrim untuk melakukan klarifikasi dokumen," kata dia.

Jaya mengatakan, ketika dokumen sudah lengkap, aktivitas di perusahaannya sudah dapat berjalan kembali. Namun, bawang putih yang ada harus cepat dilempar ke pasar dan dijual dengan harga rekomendasi pemerintah.

"Jadi begitu sudah lengkap dokumen, bisa beraktivitas seperti biasa kembali. Silakan barang dikirimkan secepatnya ke pasar sesuai harga yang dianjurkan pemerintah. Itu pesan dari kepolisian. Tidak ada indikasi kalau kita jual dengan harga lebih tinggi dan menimbun barang," ungkapnya.

Pagi tadi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakapolri Komjen Syafruddin dan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan sempat datang mengecek ke lokasi tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya menduga bawang putih itu diselundupkan dari China dan India. Hal ini didasari atas ketidaklengkapan dokumen importasi yang ada.

Sebanyak tiga orang yaitu pemilik gudang, pemilik bawang putih dan sopir truk sempat diamankan polisi. Bawang tersebut diduga akan dijual saat harganya tengah naik.
(jbr/dnu)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed