Kata Kapolri soal Perkembangan Kasus Teror Novel Baswedan

Kata Kapolri soal Perkembangan Kasus Teror Novel Baswedan

Jefris Samtama - detikNews
Rabu, 17 Mei 2017 20:40 WIB
Kata Kapolri soal Perkembangan Kasus Teror Novel Baswedan
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Polisi masih berupaya mengungkap pelaku teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya masih terus memeriksa saksi-saksi.

"Untuk Saudara Novel Baswedan, selama satu bulan ini kan kita sudah melakukan banyak sekali upaya, baik dari metode induktif di TKP maupun deduktif," kata Tito di Mapolda Sumut, Rabu (17/5/2017).

Metode induktif, kata Tito, dilakukan dari menganalisis CCTV hingga pemeriksaan saksi. Selain itu, metode deduktif tengah didalami.

"Kita juga mencoba mendalami siapa-siapa yang kemungkinan besar potensial untuk menyerang yang bersangkutan apakah dalam rangka pekerjaan ataukah dalam rangka pribadi," ujar Tito.

"Nah dalam rangka pekerjaan ini, kita tahu kan dua kalau tidak salah sudah ditangani oleh anggota. Penangkapan Saudari Miryam juga karena selain permintaan KPK, yang bersangkutan juga punya head to head dengan Saudara Novel, makanya cepat kita lakukan penangkapan dan dilakukan pendalaman oleh anggota. Apakah mungkin yang bersangkutan punya orang yang potensial melakukan aksi," ucapnya.

Selain itu, Tito menyebut satu nama terkait dengan kasus Novel ini. Nama tersebut, kata Tito, sudah beredar di media sosial.

"Kemudian ada juga namanya yang sudah viral yang namanya Niko, kalau tidak salah. Itu juga sama dia menyampaikan punya motif sakit hati dengan Saudara Novel Baswedan karena dianggap menekan yang bersangkutan memberikan keterangan palsu, cepat juga kita lakukan penangkapan," tuturnya.

Tito menyampaikan penanganan tersebut sedang ditangani Polda Metro Jaya.

"Novel Baswedan banyak menangani perkara dari dulu, baik yang sekarang maupun sudah selesai. Banyak mungkin yang merasa tidak suka dengan langkah-langkahnya. Sehingga, otomatis kita lakukan pendalaman satu-satu. Kita minta masyarakat bersabar, yang penting kita melakukan kegiatan secara sistematis dan kita sampaikan progres-progres itu kepada teman-teman KPK," ujar Tito. (idh/idh)


Berita Terkait