Paman Chatarina, Georgius Supartono (48), bercerita pernah bertemu Asworo pada Desember 2016 lalu.
"Orangnya pendiam, tidak banyak bicara. Misterius," ujar paman Chatarina, Georgius Supartono (48) di rumah duka, Perumahan Suryo Permai 2, Suryodiningratan, Yogyakarta, Rabu (17/5/2017).
Supartono mengaku tak mengetahui banyak soal hubungan keponakannya dengan Asworo. Dia menilai banyak keganjilan soal meninggalnya wanita yang akrab disapa Wiwid itu.
"Ada teman yang cerita kalau lihat laki-laki itu (Asworo) cuci mobil hari Minggu (14/5). Padahal kan harusnya dia sudah ada di Yogya Minggu itu, " kata Supartono.
"Jadi perkiraan saya saat itu (saat Asworo terlihat cuci mobil), Wiwid sudah nggak ada," imbuhnya.
Ditambah lagi, saat keluarga sempat bermaksud menjemput Wiwid di Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada Minggu (14/5) pukul 10.00 WIB. Namun ketika ditunggu, Wiwid dan Asworo, tak kunjung tampak.
"Kita cek juga ke bandara ternyata nggak ada nama mereka di daftar penumpang hari itu," kata Supartono.
Rumah duka Chatarina Wiedjawati di Perumahan Suryo Permai 2, Suryodiningratan, Yogyakarta (Foto: Sukma Indah P/detikcom) |
"Kita sudah komunikasi juga dengan keluarganya (Asworo). Mereka juga tidak tahu di mana (Asworo)," kata Supartono.
Polisi juga mencari Asworo karena dia disebut-sebut pergi bersama Chatarina. Dia ditemukan tak bernyawa di semak-semak Sukarami, Palembang, Kamis (11/5), dengan luka di kepala. Polisi masih menyelidiki kejadian ini. (sip/try)












































Rumah duka Chatarina Wiedjawati di Perumahan Suryo Permai 2, Suryodiningratan, Yogyakarta (Foto: Sukma Indah P/detikcom)