Pernyataan itu dia sampaikan dalam Diskusi Forum Merdeka Barat 9 bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang berlangsung di Gedung Stovia Jakarta, Jalan Abdul Rachman Saleh, Jakarta Pusat, Rabu (17/5/2017). Wiranto dalam kesempatan itu mengajak masyarakat untuk kembali memahami ideologi bangsa.
"Saya mengajak segenap masyarakat untuk melakukan penyegaran kembali. Hal itu untuk mengenal dan memahami landasan ideologi bangsa yang akhir-akhir ini terasa mulai luntur, bahkan cenderung kehilangan makna," ujar Wiranto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat harus ambil peran aktif. Karena kalau paham baru masuk, maka akan menciptakan kekacauan ideologi yang pada gilirannya akan membahayakan stabilitas keamanan," katanya.
Adapun empat konsensus yang dimaksud Wiranto adalah Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Wiranto mengatakan, keutuhan bangsa dapat terjaga karena mayoritas masyarakat saat ini masih memegang teguh ke-empat konsensus tersebut.
"Ada beberapa titik kritis yang dihadapi Indonesia dalam perjalanannya. Ada beberapa friksi yang ingin memisahkan diri dari dan ingin mengubah ideologi negara menjadi berlandaskan Islam. Namun semua upaya itu kandas karena adanya empat konsensus dasar. Mayoritas bangsa masih punya ini sehingga mereka masih mencintai Indonesia dan membela negara," katanya.
Wiranto menegaskan bahwa pemahaman mengenai empat konsensus dasar tersebut sangat penting. Apalagi saat ini Indonesia tengah menghadapi berbagai masalah seperti munculnya radikalisme da terorisme.
"Ada beberapa penyebab munculnya radikalisme dan terorisme. Di antaranya pengaruh lingkungan global, euphoria kebebasan yang berlebihan dan penegakan hukum yang kurang kuat. Untuk mengatasi hal itulah, pemahaman mengenai empat konsensus itu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Supaya kita punya wawasan kebangsaan, berkarakter, beretika moral budaya dan rasa kebangsaan yang kuat," jelasnya.
Untuk memantapkan ke-empat konsensus tersebut, Wiranto telah menyiapkan sejumlah program. Yaitu mendorong pembentukan Pusat Pendidikan Wawasan Kebangsaan (PPWK), Optimalisasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forym Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Forum Pembauran Kebangsaam (FPK) dan Dewan Kerukunan Nasional (DKN). (hld/imk)










































