"Gue pernah berantem sama ibu-ibu, berebut tempat duduk. Gue udah nungguin di barisan depan. Pas keretanya datang, gue langsung lari ke tempat duduk. Eh, pas sudah duduk, mau diserobot, disuruh ngasih buat si ibu-ibu itu. Ya gue nggak maulah," ujar Sari ceplas-ceplos saat berbincang dengan detikcom, Rabu (17/5/2017).
Mengapa Sari tak mau membagi tempat duduk, karena ibu yang diperkirakan berusia 40 tahunan itu bernada tinggi saat berbicara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sari tak sungkan bercerita soal aksi-aksi yang sering dilakukannya demi mendapat tempat duduk. Dia pernah pura-pura tidur, pura-pura tak mendengar saat diminta memberikan bangkunya kepada perempuan lain, hingga rela beradu lari saat mengejar bangku kosong.
"Ya, soalnya yang lain juga begitu. Gerbong wanita itu ganas-ganas. Cewek-cewek itu nggak mau ngalah, karena merasa sesama cewek kali ya. Mending di gerbong umum, suka dikasih tempat duduk sama penumpang cowok," tutur Sari, yang menolak difoto karena masih rutin naik KRL.
Dia kini mengaku lebih sering naik di gerbong umum jika tidak pulang terlalu malam. Namun, jika pulang larut, dia memilih naik gerbong wanita. (tor/nkn)











































