Mendikbud akan Sebar Buku Cerita Nusantara di 34 Provinsi

Mendikbud akan Sebar Buku Cerita Nusantara di 34 Provinsi

Yulida Medistiara - detikNews
Rabu, 17 Mei 2017 15:35 WIB
Mendikbud akan Sebar Buku Cerita Nusantara di 34 Provinsi
Mendikbud Muhadjir Effendy (Dika/detikcom)
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan akan membagikan buku-buku cerita Nusantara. Buku cerita itu akan disebar di tiap titik di 34 provinsi, terutama di daerah pinggiran.

"Buku cerita sudah kita programkan paling tidak ada satu titik ada 10 ribu buku cerita Nusantara. Titik-titiknya itu bisa untuk kabupaten, kecamatan, provinsi," kata Muhadjir di gedung Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (17/5/2017).

Ia mengatakan buku cerita Nusantara itu sedang dicetak. Penyebaran buku diharapkan bisa berguna untuk meningkatkan minat baca masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya, 10 ribu buku per titik ini akan disebarkan melalui para pegiat literasi dan sekolah. Penyebaran buku ini ditargetkan di daerah pinggiran.

"Sepuluh ribu buku per titik nanti melalui pegiat literasi dan sekolah. Nanti akan difokuskan di daerah pinggiran di mana akses untuk mendapatkan bahan bacaan, baik elektronik maupun kertas, masih terbatas," ujarnya.

Penyebaran 10 ribu buku cerita Nusantara ini juga diharapkan dapat menanamkan rasa nasionalisme dan toleransi. Di buku cerita tersebut dimasukkan cerita budaya masyarakat dari seluruh provinsi di Indonesia, di mana tiap budaya di tiap daerah berbeda.

"Itu buku dari Sabang sampai Merauke ceritanya, sehingga nanti kalau anak baca buku itu mulai tumbuh kesadaran bahwa Indonesia ini sangat luas, tumbuh kesadaran nasionalismenya. Misalnya anak Papua baca buku tentang anak-anak dari Sabang, Jawa, oh ternyata di sana ada budaya beda," ucapnya.

"Misalnya ada buku tentang upacara adat menyembelih babi, sementara untuk masyarakat tertentu kan babi tidak boleh. Jangan kemudian dicari negatifnya, oh ternyata di Indonesia ini beragam sekali ya, tidak semuanya mengharamkan babi, tapi ternyata ada upacara adat di suatu daerah. Nah, di situ guru bisa memberikan penjelasan agar tumbuh toleransi antarsiswa," imbuhnya. (yld/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini