Simulasi di Laut Bali, Butuh 5 Jam Bersihkan Tumpahan Minyak

Prins David Saut - detikNews
Rabu, 17 Mei 2017 14:48 WIB
Latihan penanggulangan pencemaran laut di Bali. (David Saut/detikcom)
Denpasar - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menggelar simulasi pembersihan tumpahan minyak di perairan Benoa, Bali. Untuk skala tumpahan minyak Tier 2, coast guard dari Indonesia, Filipina, dan Jepang membutuhkan 5 jam untuk menanganinya.

Operasi penanggulangan tumpahan minyak di laut dimulai pukul 06.30 Wita di perairan Benoa, Denpasar, Bali, Rabu (17/5/2017). Syahbandar pelabuhan Benoa mendapat laporan adanya tumpahan minyak.

Laporan menyebutkan tumpahan minyak masuk dalam skala Tier 2 atau bencana tingkat regional. Sehingga mission commander diambil oleh koordinator syahbandar di Surabaya.

Komando di lapangan kemudian dilakukan dari atas KN Sarotama dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai. Saat kapal jenis SAR itu tiba di lokasi tumpahan minyak, ternyata peralatan belum mencukupi untuk menangani dengan cepat.

Latihan penanggulangan pencemaran laut di Bali.Latihan penanggulangan pencemaran laut di Bali. (David Saut/detikcom)

Karena itu, Dirjen Perhubungan Laut mengambil alih komando misi dan bencana masuk ke skala Tier 3 atau nasional. Permintaan bantuan kepada negara tetangga pun dilakukan dan datanglah kapal Pampanga dan Tubbataha dari Filipina.

Sempat terjadi insiden kebakaran dan satu korban luka. Kapal dari Filipina memiliki alat spray dan langsung melakukan pemadaman. Sementara itu, korban luka berhasil dievakuasi ke darat menggunakan speedboat ukuran sedang, dan ambulans sudah siap di Pelabuhan Benoa.

Setelah kebakaran bisa diatasi, dua kapal telah siap dengan alat oil skimmer untuk mengisap tumpahan minyak di laut. Namun petugas harus mengukur lebih dahulu ketebalan minyak dengan cara menggiring tumpahan minyak di satu titik.

"Kita melokalisir minyak di air menggunakan oil boom yang berbentuk pelampung bertirai. Untuk kebakaran tadi, simulasi spray dari kapal Filipina. Dengan oil boom itu, minyak kita blok dan diukur ketebalannya, kemudian disedot menggunakan oil skimmer," kata Excercise Co-Director Regional Marpolex 2017 Darmanto.

Latihan penanggulangan pencemaran laut di Bali.Latihan penanggulangan pencemaran laut di Bali. (David Saut/detikcom)

Simulasi tersebut selesai pada pukul 12.00 Wita, yang langsung diikuti dengan evaluasi. Marine Pollution Exercise (Marpolex) ini diikuti oleh Jepang sebagai pengamat serta Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Brunei Darussalam sebagai observer.

"Tidak ada kendala teknis, kecuali kendala alam. Itu kan tidak bisa kita prediksi," ujar Darmanto. (vid/idh)