Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pusat Firman Hadiansyah mengatakan gerakan literasi belakangan ini mulai tampak, apalagi sudah muncul kepedulian, termasuk dari Presiden Jokowi. Seharusnya ada lebih banyak pihak yang semakin sadar bahwa akses ilmu pengetahuan dimulai dari lembaran buku.
"Hari Buku Nasional harus dijadikan momentum agar literasi lebih masif dan banyak lagi yang terlibat. Buku harus dekat dengan pembacanya," kata Firman, yang juga pendiri Komunitas Motor Literasi yang bekerja sama dengan KPK, di Kota Serang, Rabu (17/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jadi problematika adalah masih terbatasnya perpustakaan di masyarakat. Makanya kita berterima kasih dengan pegiat literasi yang membuka taman baca walaupun dengan keterbatasan," ujarnya.
Hari Buku Nasional merupakan gagasan Menteri Pendidikan Nasional periode 2001β2004 Abdul Malik Fadjar dan diperingati setiap 17 Mei sejak tahun 2002. Pemilihan tanggal itu atas dasar bertepatan dengan hari berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 1980. (bri/idh)











































