Aksi ajudan bupati itu dilakukan terhadap karyawan operasional Airnav Nabire pada Selasa (16/5) kemarin. Saat itu, pihak perusahaan penerbangan carteran mengajukan flight plan (rencana penerbangan) menuju Waba (bandara kecil) di Nabire.
Corporate Secretary Airnav Indonesia Pusat Didiet KS Radityo membenarkan adanya pemukulan terhadap karyawan operasional Airnav Nabire tersebut. Pemukulan terjadi saat jam operasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Didiek menceritakan rombongan Bupati Nabire awalnya mendatangi briefing office AirNav Indonesia Bandara Nabire. Petugas AirNav Nabire bernama Hardianto pun memberi penjelasan soal larangan terbang disaksikan oleh Junior Manager Ops Airnav Nabire dan beberapa karyawan briefing office.
"Namun pihak pencarter Heavilift tidak terima. Tiba-tiba ajudan Bupati Nabire memukul Hardianto serta seorang karyawan magang Airnav atas nama Anton," ujar Didiek.
Akibat pemukulan itu, pihak AirNav Indonesia telah melaporkan kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum. (idh/tor)











































