DetikNews
Rabu 17 Mei 2017, 10:42 WIB

Bertemu di Mako Brimob, Ini yang Dibahas Ahok dan Djarot

Nathania Riris Michico - detikNews
Bertemu di Mako Brimob, Ini yang Dibahas Ahok dan Djarot Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Sejumlah hal penting dibahas oleh Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ketika bertemu Ahok di rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Salah satunya terkait program kerja Pemprov DKI Jakarta.

"Membahas beberapa program kerja dan saya juga melaporkan apa yang nanti dalam waktu dekat dikerjakan oleh Pemprov," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2017).



"Pertama tentang rencana Hari Kebangkitan Nasional dan rencana HUT DKI Jakarta," imbuhnya.

Dia menjelaskan awalnya RPTRA Kalijodo dipilih sebagai lokasi acara itu. Namun dengan berbagai pertimbangan, maka lokasi bertemakan konser ini dipindah ke Waduk Pluit.

"Waktu rapim pertama kan waktu itu mau dipilih Kalijodo, tapi setelah berbagai macam pertimbangan maka lokasi di Kalijodo kita pindah ke Waduk Pluit. Karena di kalijodo rumputnya ini baru saja ditanam jangan sampai rusak ya," jelasnya.

Alasan lainnya yaitu karena tempat parkir di Kalijodo tidak memadai sehingga bisa memicu kemacetan. TeRnyata Ahok pun senang mendengar beberapa ide soal konser HUT Jakarta dan Harkitnas ini

"Sehingga saya laporkan kepada Pak Ahok yang pertama acara konser Kebangkitan Nasional dan Pencanangan HUT Jakarta dilakukan di Waduk Pluit. Dan dia setuju, baguslah kalau begitu dia senang," tuturnya.

Selain itu, Djarot menuturkan dalam rangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional juga akan dilakukan pengajian tapi tempatnya di Makam Mbah Priuk. Ternyata ide ini pun berasal dari Ahok.

"Karena Pak Ahok kemarin pesan untuk tetap melanjutkan pembangunan cagar budaya di Makam Mbah Priuk, itu yang pertama," ujarnya.

Kedua, mereka juga membahas soal bedah rumah. Bedah rumah dipastikan akan terus dilanjutkan termasuk pelatihan bagi para pekerja harian lepas (PHL).

Pelatihan ini akan dilakukan di beberapa pabrik untuk melatih memasang baja ringan bagi para pasukan merah, juga pelatihan mengecat. "Diharapkan mendapatkan standar nasional, kalau bisa ISO sehingga dia (PHL bisa kerja dimana-mana," sambungnya.

Dalam pembahasan itu juga Ahok dan Djarot memutuskan menambah satu lagi 'pasukan', yaitu pasukan pink. Nantinya, dijelaskan Djarot, pasukan pink ini akan bertanggung jawab untuk mengelola RPTRA.

"Kemudian beliau juga usul untuk pengelola RPTRA dikasih seragam karena berhubungan dengan ibu, anak dan sebagainya. Ini dikasih seragam pink, pasukan pink, sehingga pasukan pelangi kita ditambah dengan satu pasukan pink," jelas Djarot.

"Jadi intinya kita berbicara tentang program ke depan dan saya melaporkan apa yang sudah kita kerjakan dan sedang kita kerjakan," tutupnya.
(nth/nkn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed