Merasakan 'Ganas'-nya Gerbong Wanita Commuter Line

Merasakan 'Ganas'-nya Gerbong Wanita Commuter Line

Parastiti Kharisma Putri. - detikNews
Rabu, 17 Mei 2017 10:36 WIB
Merasakan Ganas-nya Gerbong Wanita Commuter Line
Foto: Parastiti Kharisma Putri
Jakarta - Commuter Line menjadi salah satu alat transportasi yang diandalkan warga. Alasannya, ongkos menumpang Commuter Line murah dan mampu memangkas waktu tempuh perjalanan bila dibandingkan dengan kendaraan bermotor, dengan catatan tak ada gangguan.

Banyaknya warga yang mengandalkan Commuter Line terlihat lewat pemandangan suasana Stasiun Pasar Minggu pagi ini, Rabu (17/5/2017). Pantauan detikcom di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB, area peron kereta arah Jakarta ramai oleh penumpang yang menunggu datangnya si ular besi.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kejadian pertama yang menarik perhatian adalah seorang ibu yang keluar dari gerbong kereta reguler dengan kondisi pingsan. Perempuan paruh baya itu terlihat digotong menggunakan tandu oleh 4 sekuriti dan 2 petugas stasiun.

Penumpang itu dievakuasi ke arah kantor pengelola stasiun untuk diberi pertolongan pertama.

 Seorang penumpang wanita pingsan saat naik di Commuter Line, Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (17/5/2015) Seorang penumpang wanita pingsan saat naik di Commuter Line, Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (17/5/2015) (Foto: Parastiti Kharisma Putri)

Kejadian selanjutnya adalah seorang perempuan yang hampir celaka karena tas tangannya terjepit di pintu otomatis gerbong dalam keadaan kereta mulai berjalan. Untungnya, pintu otomatis terbuka dan penumpang tersebut berhasil menyelamatkan diri serta tasnya. Peristiwa itu sempat membuat pengguna Commuter Line lainnya panik dan membantu.

Satu jam berlalu, detikcom memutuskan naik ke gerbong KKW (kereta khusus wanita) yang ada di rangkaian Commuter Line arah Depok-Tanah Abang. Sekaligus membuktikan mitos ganasnya gerbong khusus wanita. Saat kereta datang, di gerbong itu ibarat stoples yang terlalu penuh isinya. Saat pintu otomatis gerbong terbuka, penumpang di dalam terlihat seperti akan tumpah ke luar.

Penumpang yang berada di belakang pintu pun tampak berpegangan sekuat tenaga agar tak terdorong keluar. "Dorong keluar saja, dorong lagi," teriak seorang penumpang gerbong KKW menghalangi penumpang baru masuk.

Commuter line di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (17/5/2015)Commuter Line di Stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (17/5/2015) (Foto: Parastiti Kharisma Putri)

Tak berapa lama, pintu otomatis hendak menutup, itu pun sepertinya susah karena masih ada penumpang di tengah-tengah pintu. Setelah penumpang yang di pintu berusaha mendorong masuk dirinya ke gerbong, pintu otomatis berhasil menutup sempurna.

Menunggu sekitar 10 menit, detikcom akhirnya berhasil merangsek di gerbong KKW, rangkaian kereta berikutnya. Padatnya penumpang membuat kaki sulit bergerak meski hanya setengah langkah. Seorang penumpang yang tengah hamil bercerita seperti itulah kondisi gerbong KKW pada jam berangkat dan pulang kerja.

"Saya naik dari Bogor, turun di Stasiun Tebet. Ini lagi mau interview kerja. (Kondisi gerbong KKW saat jam berangkat kerja) selalu begini dan ngeri, sih. Contoh kecil saja, kalau mau ambil HP dari kantong celana atau kemeja saja tuh susah. Kebayang kan nggak bisa geraknya kayak apa," ungkap Anggun (24) ketika berbincang dengan detikcom di atas rangkaian Commuter Line arah Stasiun Tanah Abang.

"Kalau pagi dari jam 6 sampai jam 10 pasti begini. Terus jam pulang kerja sampai jam 8 malam juga begini," tambah dia.

Makin ke arah Sudirman, kereta makin ramai. Di Tebet, kami bahkan terlempar keluar dan tak bisa balik lagi ke gerbong perempuan karena 'ganas'-nya penumpang. Penumpang yang hendak keluar mendorong penumpang yang berada di dekat pintu. Sedangkan penumpang yang baru mau naik sigap melompat ke gerbong. Lalu mereka seolah memasang barikade menghalangi penumpang lain yang akan naik. (aud/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads