DetikNews
Rabu 17 Mei 2017, 06:48 WIB

Tapal Batas

Menapaki Merauke, Bumi Manusia Sejati

Danu Damarjati - detikNews
Menapaki Merauke, Bumi Manusia Sejati Foto: Raisha Anazga
Merauke - Inilah tanah manusia sejati, tanah yang penuh kehidupan dan penghidupan bagi siapapun yang menghargai pertiwi. Daerah di ujung timur Indonesia ini sering disebut-sebut di syair lagu nasional.

Bandar Udara Mopah menjadi tempat pertama yang ditapaki detikcom, 8 sampai 14 Mei 2017. Mentari tak malu-malu menyapa di sepanjang aktivitas kami, hujan juga tak segan-segan mengiringi perjalanan.

Bumi Animha (manusia sejati) terhampar 46.791,63 km persegi dengan luas perairan 5.089,71 km persegi. Inilah Merauke, kabupaten terluas sekaligus kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan dengan Papua Nugini.

Bandar Udara Mopah di MeraukeBandar Udara Mopah di Merauke Foto: Dok. Kementerian Perhubungan

Malind Anim adalah suku yang menjadi tuan rumah di tanah datar ini. Mereka menghuni empat penjuru mata angin dengan tujuh marga besar yakni Gebze, Kaize, Samkakai, Ndiken, Mahuze, Bragaize, dan Basik-basik.

Sebagaimana yang dituliskan J Van Baal dalam karyanya, 'Dema: Description and Analysis of Marind Anim Culture', dahulu suku Marind atau Malind punya kepercayaan terhadap dema, yakni roh yang dipercaya bisa menjelma sebagai apapun di alam ini, baik manusia, binatang, tumbuhan, atau batu. Semua alam semesta berasal dari dema. Tahun berganti abad, kemesraan masyarakat Malind dengan alam tetap langgeng. Laku berburu dan meramu sedikit-banyak masih dipertahankan.

Adapun masyarakat pendatang baik yang berasal dari program transmigrasi maupun perantau yang datang lebih belakangan, kini telah membangun budaya bercocok tanam hingga perniagaan. Telah datang pula arus industrialisasi lewat perkebunan-perkebunan di pelosok Merauke. Dialektika alam dan manusia terus berlangsung.

[Gambas:Video 20detik]

Semangat dari berbagai unsur bersatu padu. Malind, Jawa, Makassar, Ambon, hingga macam-macam corak lainnya berbaur membangun kota ini. Izakod Bekai Izakod Kai, artinya 'satu hati satu tujuan'. Merauke punya 20 distrik, yakni Distrik Merauke sebagai Ibu Kota, Semangga, Tanah Miring, Kurik, Jagebob, Sota, Muting, Elikobel, Ulilin, Okaba, Kimaam, Animha, Malind, Ngguti, Ilwayap, Tabonji, Waan, Tubang, Kaptel, dan Naukenjerai.

Sebagaimana data tahun 2015 yang ditampilkan Badan Pusat Statistik, ada 216.585 orang yang menjadi penduduk Kabupaten Merauke. Kabupaten ini adalah penghasil tanaman padi terbesar di Provinsi Papua. Pada 2015, produksi padi mencapai 153.661,09 ton dari luas tanam 39.123,63 hektare. Perkebunan di Merauke seluas 50.308 hektare. Hutan di Kabupaten ini seluas 4.812.903 hektare.

Satwa-satwa khas Merauke antara lain rusa, saham alias kanguru, walabi atau kanguru yang lebih kecil dari saham, kanguru pohon, kasuari, hingga cenderawasih. Rusa menjadi maskot dari daerah yang terdiri dari kota, hutan, rawa, dan dataran tanpa batu besar ini. Olahan daging rusa menjadi kuliner khas pula, dan detikcom juga merasakan kelezatannya.

Pariwisata yang menonjol adalah Taman Nasional Wasur yang dijuluki Serengeti-nya Papua. Ada pula wisata di perbatasan di Pos Sota, Pantai Lampu Satu, dan Lotus Garden.

Di Merauke, infrastruktur jalan terus dibangun, termasuk Jalan Trans Papua yang menghubungkan dengan Kabupaten lain. Kewajiban membangun dari pinggiran kini sedang coba dilunasi negara. Masih banyak bagian jalan yang jauh dari kategori ideal.

Aktivitas perdagangan di Pasar Baru MeraukeAktivitas perdagangan di Pasar Baru Merauke Foto: Hasan Alhabshy

Listrik belum sepenuhnya menerangi seluruh sudut Merauke. Kepala Sub Bagian Data Elektronik Bagian Protokol Kerjasama dan Komunikasi Publik, Romanus Lahiyan, menjelaskan sebagian distrik dialiri listrik hanya pada saat malam hari. Sebagian lagi malah tanpa setrum negara.

Soal komunikasi, rata-rata warga asli Merauke lancar berbahasa Indonesia. Soal telekomunikasi, sinyal selular yang mendominasi Kabupaten Merauke adalah Telkomsel, meski tak semua titik telah ternaungi sinyal selular.

Soal pendidikan, BPS dalam publikasi berjudul 'Kabupaten Merauke dalam Angka 2016' mengatakan, "Sebagai salah satu aspek penting dalam pembangunan, pendidikan di Kabupaten Merauke membutuhkan perhatian yang lebih." Angka partisipasi sekolah tingkat SD sebanyak 97,03 persen, tingkat SMP sebanyak 64,29 persen, dan tingkat SMA sebanyak 52,40 persen.

Kangguru Papua yang biasa disebut 'Saham'.Kangguru Papua yang biasa disebut 'Saham'. Foto: (Afif/detikTravel)

Soal aspek kesehatan, kepala Dinas Kabupaten Merauke Adolf JY Bolang menjelaskan ada 25 Puskesmas di seluruh Kabupaten Merauke, di setiap distrik sudah ada Puskesmas. Merauke masih tergolong sebagai daerah endemik malaria. Kini mereka sedang menata diri guna memenuhi target bebas malaria 2030.

Apapun itu, optimisme Sang Animha harus terbit seperti matahari yang selalu naik dari wilayah timur. Infrastruktur jalan perlu segera dibenahi, aspek kesehatan masyarakat tetap dirawat, dan pembangunan pendidikan dilakoni. Animha adalah lambang sifat kesatria, ulet, dan tangguh menghadapi tantangan zaman.

Simak terus cerita tentang daerah terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!



(dnu/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed