Komisi IX DPR Minta Polisi Konsisten Buru Agen TKI Ilegal

Komisi IX DPR Minta Polisi Konsisten Buru Agen TKI Ilegal

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 17 Mei 2017 02:55 WIB
Komisi IX DPR Minta Polisi Konsisten Buru Agen TKI Ilegal
Foto: Samsdhuha Wildansyah
Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengapresiasi tindakan polisi menggeledah rumah yang diduga sebagai tempat penampungan TKI ilegal.

Hal itu disampaikan terkait kegiatan penggeledahan penampungan TKI ilegal di Kampung Cikunir Bulak, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kemarin.

"Saya mengapresiasi langkah Bareskrim Polri yang melakukan penggeladahan di penampungan TKI ilegal. Tindakan seperti itu harus terus dilakukan terutama di kantong-kantong pemberangkatan TKI," ujar Saleh melalui pesan singkat, Selasa (16/5/2017) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saleh kemudian membeberkan adanya pengiriman TKI ilegal di Jeddah dan Doha. Saleh mengetahui hal itu saat melakukan sidak ke sana dua pekan lalu.

"Sewaktu melakukan pengawasan di Doha dan Jeddah, dua minggu lalu, Komisi IX menemukan adanya pengiriman ilegal. Bahkan agen di Jeddah mengatakan bahwa mereka sudah menempatkan 1.200 orang TKI pada 2016 lalu," bebernya.

Politikus PAN ini bercerita tentang modus pengiriman TKI ke Timur Tengah semakin kompleks. Bahkan, ada TKI yang menggunakan visa berwisata. Sementara, agen TKI di sana, menempatkan TKI tersebut ke pihak yang membutuhkan.

"KJRI Jeddah menyatakan bahwa ada 22 ribu orang TKI kita yang diduga bermasalah. Saat ini, KJRI justru sedang bekerja keras untuk memanfaatkan amnesty yang diberikan oleh pemerintah Saudi. Di negara lain, tentu hal yang sama juga ada," jelas Saleh.

Oleh sebab itu, eks ketum PP Pemuda Muhammadiyah ini minta polisi menindaklanjuti hasil penggeledahan di penampungan TKI ilegal. Tindakan tersebut diharapkan memberikan efek jera kepada pelaku.

"Oleh karena itu, penggeladahan yang dilakukan tersebut harus ditindaklanjuti dengan mencari oknum-oknum yang masih saja melakukan pengiriman. Dengan begitu, para pelakunya jera dan mengikuti aturan yang diterapkan pemerintah," tutup Saleh. (dkp/aud)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini