DetikNews
Selasa 16 Mei 2017, 18:56 WIB

Anies akan Ambil Tanggung Jawab Kelola PDS HB Jassin

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Anies akan Ambil Tanggung Jawab Kelola PDS HB Jassin Anies Baswedan di PDS HB Jassin, Selasa (16/5/2017). Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan berinisiatif mengambil tanggung jawab dalam pengelolaan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. Anies sempat geleng kepala karena kondisi PDS HB Jassin yang tidak terurus dengan baik.

"Ini satu harta karun yang luar biasa. Di tempat ini kita menemukan karya sastra yang dirawat dengan baik dan memiliki nilai historis yang luar biasa. Pertama tanya saya ucapkan terima kasih kepada Pak Ajib dan para relawan di sini yang bekerja dalam sunyi, jauh, nggak jauh dari hiruk-pikuk dan tangan-tangan yang merawat karya-karya," kata Anies di PDS HB Jassin, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017).

Persoalan pengelolaan PDS HB Jassin, menurut Anies, harus ditangani dengan baik. Sebab, PDS HB Jassin adalah aset bangsa.

"Karena itu, kita memilih untuk mengambil tanggung jawab untuk menjadikan tempat ini menjadi jauh lebih baik," ujarnya.

Anies berharap warga Jakarta bisa memanfaatkan PDS HB Jassin. Revitalisasi PDS HB Jassin, disebut Anies, sudah masuk 23 rencana kerjanya.

"Jadi kita akan bicarakan lebih jauh. Jadi intinya kita tidak ingin apa yang terjadi selama beberapa waktu ini. Ini bukan kejadian yang baru-baru ya (kurang terurus), ini dari tahun 1980-an sudah merasakan sulitnya pendanaan. Bukan beberapa tahun belakangan, jadi kita ingin memperhatikan soal sastra, soal dokumentasi, dan saya berkomitmen untuk mengubah situasi itu," tuturnya.

Tim sinkronisasi akan mulai melakukan kajian untuk memastikan revitalisasi PDS HB Jassin menjadi program terukur yang pendanaannya dibiayai APBD. Anies akan mengkaji aturan dan tata hukum yang berkaitan.

"Nanti kita akan mencari pola yang tepat. Tapi intinya, kalau ada kemauan, maka akan bisa cari caranya," ucapnya.

Selain itu, Anies akan mencari pola yang tepat memastikan posisi pengelolaan PDS HB Jassin. Ada dua opsi, yakni diambil alih Pemprov DKI atau tetap berjalan dalam bentuk yayasan. Apa pun opsinya, Anies menegaskan PDS HB Jassin tidak boleh terbengkalai.

"Terbengkalainya bukan karena tidak ada yang mengurus, tetapi ada yang ngurus tapi tidak dikasih sumber daya yang cukup. Ini bapak-ibu yang kerja di sini banyak yang volunter suka relawan. Padahal ini aset bangsa yang luar biasa, dan teman-teman lihat tadi ada yang usianya sudah lama sekali," ucapnya.
(nvl/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed