DetikNews
Selasa 16 Mei 2017, 17:27 WIB

Larangan Kawini Teman Sekantor Vs Jodoh di Tangan Tuhan

Andi Saputra - detikNews
Larangan Kawini Teman Sekantor Vs Jodoh di Tangan Tuhan Hakim konstitusi I Dewa Gede Palguna (ari/detikcom)
Jakarta - Banyak perusahaan Indonesia melarang hubungan cinta sesama karyawan untuk berakhir di pelaminan. Padahal, jodoh di tangan Tuhan, tidak boleh ada yang melarang. Merasa ada yang aneh dengan aturan itu, 8 karyawan menuntut keadilan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Walaupun Apindo tadi mengatakan bahwa tidak ada maksud untuk melarang perkawinan orang. Karena itu kan kita tidak bisa mencegah (perkawinan-red). Yang namanya jodoh, kan katanya itu berada di tangan Tuhan Yang Maha Esa. Kita enggak bisa menentukan, kita berjodoh dengan siapa. Tetapi persoalannya, justru ada di situ," kata hakim konstitusi I Dewa Gede Palguna sebagaimana detikcom kutip dari website MK, Selasa (16/5/2017).
Larangan Kawini Teman Sekantor Vs Jodoh di Tangan Tuhan

"Karena kita tidak tahu, kita akan berjodoh dengan siapa. Bisa saja kita berjodoh dengan orang yang berada dalam satu perusahaan," sambung Palguna dalam sidang pada Senin (15/5).

Atas dasar argumen filosofis di atas, Palguna meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memberikan jawaban yang rasional mengapa lahir aturan yang digugat ke MK.

"Tetapi tentu ada rasionalitas yang bisa menjelaskan mengapa kemudian lahir norma yang seperti ini dan itu kemudian kita bisa terima sebagai ketentuan yang berlaku umum. Apakah norma itu semata-mata berdasarkan base practice misalnya di negara-negara atau kah itu? Yang saya khawatirkan atau paling tidak yang sampai saat ini belum terjawab adalah kalau semata-mata perumusan norma ini didasarkan pada asumsi," ujar Palguna.

Palguna memerintahkan Apindo untuk menggali lebih dalam alasan untuk mempertahankan argumennya. Sebab tidak bisa asumsi dijadikan sebagai dasar hukum.

"Nah, kalau rumusnya pada asumsi, kita tidak bisa lalu menilai bahwa ini adalah perumusan yang bisa kita anggap sebagai norma yang berlaku umum dan base practice di berbagai negara misalnya sesuai dengan ketentuan itu. Saya kira, data pembanding yang seperti itu, sangat dibutuhkan oleh Mahkamah terlepas dari persoalan konstitusionalitasnya," cetus Palguna.
Yang namanya jodoh itu berada di tangan Tuhan Yang Maha Esa. Kita enggak bisa menentukan, kita berjodoh dengan siapa. Tetapi persoalannya, justru ada di situHakim konstitusi I Dewa Gede Palguna

Sebagaimana diketahui, aturan perkawinan dengan teman sekantor diatur dalam Pasal 153 Ayat 1 huruf f UU Ketenagakerjaan. Pasal itu berbunyi:

Pengusaha dilarang melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan pekerja/buruh mempunyai pertalian darah dan/atau ikatan perkawinan dengan pekerja/buruh lainnya di dalam satu perusahaan, kecuali telah diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahan, atau perjanjian kerja bersama.

Pasal itu menjadi dasar hukum bagi perusahaan membuat perjanjian kerja yang melarang sesama karyawan menikah. Tidak terima dengan peraturan itu, delapan karyawan menggugat Pasal 153 Ayat 1 huruf f UU Ketenagakerjaan ke MK.
(asp/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed