Dalam penertiban pedagang di Jalan Jatibaru Raya, samping Stasiun Tanah Abang, tampak seorang petugas Satpol PP yang memberikan arahan dengan suara tinggi kepada petugas lainnya untuk segera mengangkut barang yang ada di atas trotoar tanpa pandang bulu. Namun ada petugas Satpol PP lainnya yang mengingatkan agar suaranya dipelankan dalam menertibkan pedagang.
Dialah Iwan Siregar, Koordinator Lapangan Satpol-PP wilayah Jakarta Pusat. Dirinya mengaku hal tersebut dilakukan agar pedagang yang bandel mematuhi aturan. (Aksi Iwan di lapangan bisa dilihat di sini)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Bang Iwan Satpol PP (Kim-detikcom) |
"Mereka cuma ngelihat ada saya doang, baru takut. Kalau yang lain enggak, cuma karena berbeda cara memimpinnya," kata Iwan.
Iwan juga menepis anggapan bahwa Satpol-PP menggunakan cara kasar dalam proses penertiban pedagang. Bahkan tak jarang pedagang sampai memusuhinya karena dianggap terlalu kasar.
"Pedagang selek banyak, pernah ada pembeli sampai bilang, 'Pak jangan kasar kasar dong ngusirnya', kami nggak main kasar kok, hanya membentak aja biar patuh, kalau kasar itu kan sampai ada pemukulan," ungkap Iwan.
Iwan bercerita pernah dirinya melakukan penertiban secara lembut dan tidak marah-marah.
"Eh malah saya dibilang 'lagi sakit ya bang, kok tumben nggak marah-marah," kelakarnya.
Foto: Bang Iwan Satpol PP (Kim-detikcom) |
PKL Tanah Abang Klaim Boleh Berjualan di Trotoar
Sejumlah pedagang di Tanah Abang mengklaim sudah ada aturan boleh berjualan di trotoar. Menanggapi itu, Kepala Seksi Operasional Satpol PP Provinsi DKI Jakarta Endharwanto mengatakan pihaknya belum mendapat pemberitahuan.
"Terkait aturan itu, saya belum tahu, kalau ada harus minta juga secara tertulis. Selagi itu belum ada, kebijakan khusus dari camat lurah dan petugas," kata Endharwanto di lokasi yang sama.
Dirinya juga meminta agar masyarakat dan pedagang sadar terkait penggunaan fasilitas umum. Endharwanto yakin pedagang pun sebenarnya sudah mengetahui apa akibatnya jika tetap bandel berjualan di atas trotoar.
"Kita jaga di sini sudah lama, mereka sudah tahu konsekuensinya, hanya ada tim sapu. Kita berusaha mengajak masyarakat sadar sendiri," kata Endharwanto. (rvk/tor)












































Foto: Bang Iwan Satpol PP (Kim-detikcom)
Foto: Bang Iwan Satpol PP (Kim-detikcom)