Yudi, salah satu pekerja proyek bangunan sekolah dan masjid di kompleks Ponpes Al-Fatah, menjelaskan, ada dua lubang yang ditemukan. Satu berupa lorong panjang yang bisa dimasuki dengan cara merangkak, sisanya belum diketahui.
"Saya yakin masih ada (lorong) kalau digali. Tapi bangunannya keras, susah kita hancurin," kata Yudi kepada detikcom, Selasa (16/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Farhan/detikcom |
"Proses penggalian fondasi belum juga selesai sejak 3 bulan lalu," jelas Yudi soal pengerjaan proyek yang memicu penemuan lorong bawah tersebut.
Pihak pesantren tak ingin ada efek negatif terkait temuan lorong bawah tanah tersebut. Apalagi banyak orang penasaran dan datang ke ponpes. Setelah berdialog dengan pemerintah Kecamatan Ciomas, mereka menutup lorong dan melanjutkan pengerjaan proyek. (try/try)












































Foto: Farhan/detikcom