Sebagian menyebut lorong tersebut merupakan saluran air pada era penjajahan Belanda. Sisanya berpendapat lorong itu bekas penjara. Juga ada yang menduga itu bungker.
Lorong bawah tanah tersebut ditemukan pekerja proyek pembangunan gedung berlantai tiga untuk sekolah dan masjid, Jumat (12/5/2017). Saat menggali fondasi, pekerja menemukan tembok di bawah tanah. Panggilan dilanjutkan, ternyata ada lorong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi temuan itu tersebar dari mulut ke mulut. Warga heboh dan berdatangan. Sampai-sampai pengerjaan proyek dihentikan sementara.
"Sejak itu ya pesantren jadi ramai. Banyak warga, polisi, wartawan pada dateng kesini. Banyak yang tanya-tanya, kita juga yang kerja jadi terganggu," kata Yudi.
Pihak pesantren tak ingin ada efek buruk terkait temuan lorong bawah tanah tersebut. Setelah berdialog dengan pemerintah Kecamatan Ciomas, mereka menutup lorong dan melanjutkan pengerjaan proyek.
Pintu gerbang Ponpes Al-Fatah, Ciomas, Bogor (Farhan/detikcom) |











































Pintu gerbang Ponpes Al-Fatah, Ciomas, Bogor (Farhan/detikcom)