Polri Perketat Psikotes Seleksi Calon Anggota

Polri Perketat Psikotes Seleksi Calon Anggota

- detikNews
Kamis, 28 Apr 2005 11:12 WIB
Jakarta - Bercermin dari aksi bak koboi di Polres Jombang, Mabes Polri akan memperketat psikotes bagi seleksi calon anggota dan kenaikan jabatan.Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Zainuri Lubis di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (28/4/2005). "Kita di kemudian hari akan berusaha lebih selektif lagi dalam pendaftaran bagi para calon yang ingin melaksanakan pendidikan dasar atau lanjutan, khususnya dalam pemeriksaaan psikotes," kata Zainuri.Menurut dia, psikotes diperlukan untuk memantau perubahan prilaku dan perkembangan jiwa. "Para anggota tak hanya dilakukan psikotes ketika ingin memasuki menjadi anggota Polri. Namun, dalam kenaikan pangkat pun juga akan dilakukan," papar Zainuri.Yang menjadi kendala, lanjut dia, tes psikotes hanya teori dan Polri sulit mengetahui interaksi para anggota dengan atasannya atau dengan dunia luar."Hal ini juga memberikan salah satu faktor dominan perubahan prilaku dan kejiwaan seseorang," ujarnya.Kepolisian telah memiliki lembaga untuk memantau hal tersebut, yaitu propam (profesi dan pengamanan). Namun demikian, pemantauan propam hanya terkait prestasi orang yang bersangkutan."Kalau ada penyimpangan itu masih dirahasiakan, kecuali memang sudah ada laporan dari masyarakat yang menyatakan demikian," ujarnya.Lewati Masa KrisisKondisi korban tembak rekan sendiri, AKP Ibrahim Gani telah melewati masa krisis. Namun, masih harus menjalani perawatan selama satu hingga dua bulan."Alhamdulilah, jam 11.00 WIB kemarin sudah sadar dan sudah melewati masa krisis. Harapan kita yang bersangkutan dapat sembuh karena peluru bersarang sekian centi dari jantung," ujar Zainuri."Menurut penuturan dokter yang memeriksa kesembuhan mungkin butuh waktu 1-2 bulan," imbuhnya.Aksi polisi tembak polisi terjadi di Polres Jombang Rabu (27/4/2005). Pelaku Iptu Sugeng Wiyono menembak AKP Ibrahim Gani sesaat sebelum dilakukan apel pagi. Hasil pemeriksaan sementara, Sugeng diketahui menderita stres berat karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads