"Ada penambahan 150 personel dari provinsi, jadi total 300 sehari," kata Kasatpol PP DKI Jupan Royter di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai imbauan dari Sekda DKI Saefullah agar petugas Satpol PP datang lebih awal untuk mencegah para pedagang berjualan di trotoar, Jupan mengatakan ada main kucing-kucingan antara pedagang dan petugas. "Anggota saya itu pagi sudah ada begitu, ini sekarang kan seperti main kucing-kucingan. Kami itu mulai dari dulu, ini kita itu sudah dari dulu," tegasnya.
"Kami itu ada yang piket, ada yang patroli. Cuma kalau sudah banyak sekali (pedagang), ya jujur saja kami juga kewalahan," lanjutnya.
Jupan mencoba menghilangkan stigma yang selama ini melekat di Satpol PP sebagai tukang gusur. Dia menganggap apa yang dilakukan oleh Satpol PP selama ini adalah penegakan perda. Jupan mengatakan Satpol PP saat ini lebih banyak menggunakan cara-cara persuasif.
"Kami lakukan dengan pendekatan semua persuasif. Kami hilangkan stigma Satpol PP itu tukang gusur, tukang tertibkan, bukan. Jadi penegakan perda itu kami lakukan dengan persuasif," kata Jupan. (bis/aan)











































