"Pesan khusus saya kepada seluruh jajaran pengurus dan anggota PMII, jangan hanya bermimpi untuk jadi politisi. Bermimpilah misalnya ada yang jadi wiraswasta, entrepreneur, karena kita juga baru 1,6 persen entrepreneur kita. Normalnya negara yang baik itu di atas 5 persen," kata Jokowi dalam sambutan pembukaan Kongres Nasional PMII di Masjid Agung Darussalam, Jl WR Supratman, Kota Palu, Selasa (16/5/2017).
Menurut Jokowi, perubahan tekonologi sangat cepat. Karena itu, mahasiswa harus bisa berkompetisi dalam persaingan teknologi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Jokowi dalam pembukaan Kongres Nasional PMII di Masjid Agung Darussalam, Jl WR Supratman, Kota Palu, Selasa (16/5/2017). Foto: Faiq Hidayat-detikcom |
Jokowi menyoroti aksi demo di jalanan yang justru hanya menguras tenaga. Jokowi mengaku sedih bila setiap hari ratusan orang hanya berdemo.
"Kita tiap hari energi kita habis untuk dema-demo, dema-demo, dema-demo, dema-demo. Tanya Kapolri berapa ratus miliar habis untuk pengamanan, untuk mengerahkan pasukan," ujar Jokowi disambut tepuk tangan undangan.
"Oleh sebab itu, mahasiswa khususnya PMII harus menjadi bagian dari solusi bangsa ini. Saya kadang-kadang terus terang saja sedih kalau melihat orang tiap hari orang demo, ribuan demo, ratusan ribu demo, energi kita habis hanya untuk itu," imbuh dia.
Foto: Faiq Hidayat-detikcom |
Jokowi meminta PMII untuk selalu menjaga persatuan dan persaudaraan di Indonesia. Masyarakat tak boleh saling menghujat dan memfitnah.
"Terakhir, saya titip jangan lupa jaga persatuan kita. Sekali lagi saya ingatkan kita ini saudara. Marilah kita hentikan saling mengujat, memfitnah, saling mendemo. Habis energi kita kalau terus-terusan seperti itu," tutur Jokowi.
(fai/fdn)











































Presiden Jokowi dalam pembukaan Kongres Nasional PMII di Masjid Agung Darussalam, Jl WR Supratman, Kota Palu, Selasa (16/5/2017). Foto: Faiq Hidayat-detikcom
Foto: Faiq Hidayat-detikcom