DetikNews
Selasa 16 Mei 2017, 08:10 WIB

Muhammadiyah Imbau Warga Tak Terpengaruh Isu SARA, Utamakan NKRI

Bartanius Dony A - detikNews
Muhammadiyah Imbau Warga Tak Terpengaruh Isu SARA, Utamakan NKRI Ketum Muhammadiyah, Haedar Nasir imbau warga tak terpengaruh isu SARA (Foto: agung pambudhy/detikcom)
Jakarta - Muhhammadiyah mengimbau masyarakat agar tidak memobilisasi massa terkait situasi politik tanah air. Apalagi jika pengerahan massa itu diisi dengan sentimen suku, ras, agama dan antargolongan (SARA). Muhammadiyah meminta masyarakat mengedepankan keutuhan bangsa Indonesia.

"Di daerah juga tidak perlu terpengaruh dan memindahkan area perselisihan politik lebih-lebih yang bernuansa SARA ke daerah. Kedepankan kepentingan yang lebih besar yakni keutuhan bangsa lebih dari segalanya," ujar Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nasir, kepada detikcom, Selasa (16/5/2017).

Lebih lanjut, ia mengaitkan dengan situasi masyarakat yang terlibat dengan Pilgub DKI Jakarta bulan lalu. Mengenai masalah hukum yang melibatkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Haedar mengimbau masyarakat tidak perlu melakukan usaha yang dapat membuat perselisihan SARA.

Pilgub DKI sudah berakhir. Haedar mengajak semua elemen masyarakat untuk menerima secara legawa. Dua kasus tersebut, yakni kasus hukum Ahok dan Pilgub DKI tidak boleh merusak keberagaman yang sudah menjadi jati diri bangsa ini.

"Terlalu mahal harganya bagi keutuhan dan masa depan bangsa, manakala terus melibatkan diri pada dua kasus tersebut," tuturnya.

Semua pihak harus memiliki tanggung jawab moral agar berhenti bersengketa terkait fitnah dan isu SARA. Dia berharap para pemimpin masyarakat menjadi peredam bagi situasi yang sempat memanas.

Para tokoh masyarakat diharapkan bisa memberi keteladanan hidup yang damai. Pemerintah juga diminta mengayomi seluruh komponen bangsa dan para pejabatnya menjalankan peran yang menyatukan dan menyejukkan.

"Para elite dan pimpinan di mana pun hendaknya menjadi peredam dan pengendali umat dan warganya, seraya memberi arah dan keteladanan hidup yang damai, bersatu, maju, dan bermartabat," imbuhnya.
(brt/idh)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed