ADVERTISEMENT

WNI di Melbourne Gelar Aksi Lilin dan Doa Lintas Agama untuk NKRI

Bartanius Dony A - detikNews
Senin, 15 Mei 2017 23:00 WIB
WNI yang berada di Meloburne menggelar aksi lilin untuk persatuan NKRI. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Para WNI yang berada di Melbourne, Australia, mengadakan aksi 1.000 lilin dan doa lintas agama. Aksi itu bukan untuk membela Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang divonis dua tahun penjara, melainkan untuk persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Aksi 1.000 lilin itu dilaksanakan di sekitar Sungai Yarra, di tengah Kota Melbourne, Australia, Senin (15/5/2017) pukul 21.00 hingga 22.00 waktu setempat. Aksi diikuti oleh sekitar 300 orang.

"Kita pusatkan di Sungai Yarra, di tengah Kota Melbourne, di mana masyarakat lokal dapat melihat aksi damai ini," ujar koordinator aksi, Windu Kuntoro, kepada detikcom.

WNI yang berada di Meloburne menggelar aksi lilin untuk persatuan NKRIWNI yang berada di Meloburne menggelar aksi lilin untuk persatuan NKRI. (Foto: dok. Istimewa)

Lilin-lilin itu mereka susun sehingga berbentuk tulisan 'Save NKRI'. Juga ada pembacaan doa dari lima agama, yaitu Hindu, Buddha, Islam, Katolik, dan Protestan.

"Kita bukan lagi mendukung Ahok dalam arti kata meminta pembebasan vonis pengadilan. Kerangka kita sekarang ini lebih pada merangkai kembali persatuan dan kesatuan NKRI," ujarnya.

Bukan hanya mahasiswa, aksi ini juga dilakukan oleh para pekerja dan keluarga WNI yang ada di sana.

"Semua elemen masyarakat hadir, begitu juga kalangan mahasiswa, yang kita harapkan menjadi barisan utama menjaga kedamaian negeri," terangnya.

Selain pembacaan doa, mereka menyanyikan beberapa lagu kebangsaan, seperti 'Indonesia Pusaka', 'Syukur', 'Rayuan Pulau Kelapa', 'Padamu Negeri', dan 'Maju Tak Gentar'. Norman menjelaskan beberapa dari mereka juga ada yang menyuarakan puisi secara spontan.

"Kami hanya menginginkan sebagian masyarakat Indonesia hadir, sehingga pesan kami didengar bukan hanya orang Indonesia di Melbourne tapi juga masyarakat Indonesia khususnya," imbuhnya.

Dia menjelaskan, sebelum aksi ini memang ada aksi damai untuk mendukung Ahok di Boxhill Garden, Sabtu (13/5) lalu. Pada aksi itu, mereka menilai ketidakadilan terhadap orang yang mereka anggap tidak bersalah.

"Juga tidak mempertimbangkan aspek-aspek yang selama ini telah dijalankan sebagai kepala daerah dalam menyejahterakan masyarakat dan birokrasi," tuturnya. (brt/idh)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT