DetikNews
Senin 15 Mei 2017, 20:53 WIB

Ketua DPD OSO Bicara soal Potensi Wisata dan Ikan di Kota Luwuk

Mega Putra Ratya - detikNews
Ketua DPD OSO Bicara soal Potensi Wisata dan Ikan di Kota Luwuk Foto: dok. DPD
Luwuk - Pariwisata merupakan sektor yang penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, bisa dijadikan salah satu pusat wisata andalan Indonesia yang berlevel internasional.

"Saya yakin dan percaya, keindahan alam di Kota Luwuk ini akan sangat menawan para wisatawan domestik dan luar negeri," ungkap Ketua DPD Oesman Sapta Odang dalam keterangan tertulis, Senin (15/5/2017).

Pria yang akrab disapa OSO ini berharap masyarakat dunia juga melirik keindahan alam Kota Luwuk, yang memiliki julukan Kota Berair. "Selain pemandangan laut dan pantainya yang indah, udaranya sejuk karena dekat dengan perbukitan," imbuhnya.

Selain itu, OSO menambahkan hasil ikan Luwuk saat ini sudah bisa diekspor langsung via udara. Sebelumnya, ikan dari Luwuk harus dibawa melalui jalur laut ke pintu ekspor Manado dan Makassar.

"Ikan dari Luwuk rutin diekspor langsung ke Hong Kong via udara, yang tadinya cuma bisa diekspor melalui jalur laut via Manado dan/atau Makassar baru kemudian diteruskan ke Australia, Malta, USA, Prancis, Yunani, Vietnam, Hong Kong, dan Korea," paparnya.

Menurut OSO, Kota Luwuk adalah karunia Tuhan yang patut disyukuri. Luwuk merupakan salah satu dari sekian banyak daerah kepulauan Indonesia yang memiliki potensi alam luar biasa.

"Maka masyarakat juga harus mensyukuri karunia Tuhan, menjaga aset ini dengan tidak merusak dan tetap melestarikannya. Dari jajaran pemerintah daerah Sulawesi Tengah, khususnya Kabupaten Banggai, saya minta bisa lebih aktif mengelola potensi daerah ini," tandasnya.

Senada dengan OSO, senator Sulawesi Tengah dr Delis Jukarson Hehi menginginkan agar Kota Luwuk bisa menjadi andalan Sulawesi Tengah. "Ke depan saya berharap pesona alam Luwuk bisa lebih mendunia, bisa populer seperti Bali, sehingga bisa mendongkrak perekonomian lokal di Sulteng, khususnya Luwuk," katanya.

Menyoroti kekayaan alam Kabupaten Banggai, Delis mengatakan, dalam banyak segi, masih banyak potensi kelautan yang belum dinikmati secara maksimal oleh masyarakat. Masyarakat yang bekerja sebagai nelayan ini masih banyak kendala yang dihadapi.

Salah satunya adalah jaring atau alat tangkap yang sederhana dan kapal-kapal kecil yang mereka miliki.

"Semoga pemerintah pusat dan kementerian terkait bisa bersama mengatasi permasalahan nelayan Banggai ini," pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Banggai Herwin Yatim menyampaikan apresiasi kepada DPD RI. Apresiasi itu terkait rencana pemekaran menjadi daerah otonomi baru.

"Kami telah rumuskan tentang pemekaran daerah, dan sudah layak sebagai Provinsi Sulawesi Timur, DPD sangat aktif dan produktif sesuai dengan perannya mengakomodasi suara rakyat. Karena itu, kami dukung penguatan DPD agar bisa lebih memperjuangkan kepentingan kami di daerah," jelasnya.
(ega/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed