DetikNews
Senin 15 Mei 2017, 17:43 WIB

Antisipasi WannaCry, Ini Langkah yang Dilakukan RS Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Antisipasi WannaCry, Ini Langkah yang Dilakukan RS Semarang Foto: Dok Pemkot Semarang
Semarang - Rumah Sakit menjadi salah satu target virus Ransomware WannaCry yang mengunci data dan sang hacker akan meminta tebusan. Mengantisipasi hal itu, rumah sakit daerah di Kota Semarang, Jawa Tengah melakukan berbagai langkah termasuk backup data dan menggunakan OS Linux.

Rumah Sakit Kanjeng Raden Mas Tumenggung (RS KRMT) Wongsonegoro yang dulunya bernama RSUD Kota Semarang mengambil langkah antisipasi karena pentingnya data pelayanan dan rekam medik pasien.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan salah satu langkah antisipasi yaitu memutus sementara sejumlah jaringan internet di RS KRMT Wongsonegoro sejak pukul 00.00 dini hari tadi untuk proses backup.

"Butuh waktu sekitar 3 jam untuk kami melakukan backup secara offline. Baru jam 03.00 kami aktifkan kembali," kata Hendrar lewat pesan singkat, Senin (15/5/2017).

Proses backup data dilakukan dengan menempatkan pada komputer berbasis Linux karena dikabarkan virus WannaCry mengincar Windows. Hendrar mengatakan proses backup secara offline itu tidak sampai mengganggu pelayanan rumah sakit.

"Alhamdulillah proses tersebut berjalan lancar dan sampai saat ini tidak ada sistem pelayanan yang terganggu," tandasnya.

Sementara itu Direktur RS KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati mengatakan ada jaringan internet yang tetap menyala ketika backup dilakukan. Namun hal itu khusus untuk tetap membuka pelayanan serta akses memasukkan data rekam medik sehingga tidak ada gangguan.

"Tidak semua dimatikan karena pengisian rekam medik juga menggunakan IT. Kita ambil jam-jam tersebut karena aktivitas lebih sedikit," kata Susi di Balai Kota Semarang.

Langkah yang sudah dilakukan selain backup data, lanjut Susi, yaitu mengupdate Windows yang dipakai untuk meningkatkan proteksi seperti saran Kemenkominfo.

"Yang penting jangan panik. Kalau dokter-dokter panik kemudian tidak memasukkan ke rekam medik, kan gawat," terangnya.
(alg/ega)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed