DetikNews
Senin 15 Mei 2017, 16:32 WIB

Angie Mengaku Terima USD 2 Ribu dari Pimpinan Komisi X DPR

Yulida Medistiara - detikNews
Angie Mengaku Terima USD 2 Ribu dari Pimpinan Komisi X DPR Angelina Sondakh alias Angie (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Angelina Sondakh mengakui menerima uang ketika bersaksi untuk terdakwa Andi Zulkarnain Mallarangeng atau Choel Mallarangeng. Wanita yang karib disapa Angie itu mengaku menerima uang sebesar USD 2.000.

Awalnya, jaksa KPK menyebutkan adanya uang yang diberikan ke Komisi X DPR sebesar Rp 1,3 miliar dari Muhamad Arifin selaku tim asistensi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Angie pun ditanya apakah pernah menerima uang tersebut.

"Kalau spesifik menerima dari kasus per kasus tidak, karena kan misalkan saya dari Partai Demokrat, Pak Nazar nugasin si A untuk ngurusin masalah di Kemenpora, nanti tinggal dapat bagian dari yang ditugasi itu yang bagiin. Pada waktu itu dapat dari Pak Prof Mahyudin," kata Angie dalam sidang di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).

Angie mengaku menerima sebesar USD 2.000. Menurut Angie, penerimaan uang dari didapatkan ketika ada kunjungan kerja ke Palembang terkait dengan wisma atlet. Angie mengaku menerima uang itu dari stafnya Mahyudin.

"Kalau nggak salah USD 2.000. Pada waktu itu ada kunker ke Palembang terkait wisma atlet. Waktu itu Prof Mahyudin sebagai pimpinan kunjungan kerja dan dia sebagai pimpinan panja. Waktu itu terima-terima ajalah. Waktu itu ada anggota Demokrat yang lain," sebut Angie.

"Ada siapa saja? Ketika itu ada Pak Mahyudin?" tanya jaksa KPK.

"Nggak tahu. Itu nggak langsung. Saya dikasih dari stafnya Mahyudin," kata Angie.

"Itu Pak Mahyudin bilang itu terkait apa?" tanya jaksa KPK.

"Kita nggak pernah nanya itu dari mana. Kalau sesama partai itu kita nggak mungkin tanya tanya, apalagi menterinya Demokrat. Ibaratnya kalau saya di Dikti, saya tanggung jawab entar ada lagi yang Nazar suruh untuk tugas di Kemenpora, kita nggak boleh saling mendahului. Jadi kalau dikasih ya terima. Kita nggak mungkin nanya apalagi menterinya dari Demokrat, itu haram hukumnya bagi kita untuk nanya nanya," jawab Angie.

Jaksa lalu menanyakan apakah Angie pernah bertemu dengan Choel berkaitan dengan pembahasan di Komisi X. Angie mengaku tidak pernah tetapi untuk urusan di Kemenpora, Angie menyebut pastinya yang mengurusi adalah dari Partai Demokrat.

"Yang pasti Demokrat. Ya itu kan pasti jatah-jatahan," sebut Angie.


(dhn/tor)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed