"Menjelang puasa gini biasanya meningkat. Mereka (pengemis) ada di makam-makam kan biasanya orang mau ziarah. Menjelang puasa biasanya banyak masyarakat dadakan gitu loh," kata Kasudinsos Jakarta Timur Benny Martha saat dihubungi detikcom, Senin (15/5/2017).
Selain di pemakaman, menurut Benny, para pengemis beroperasi di masjid, stasiun, terminal, hingga pusat perbelanjaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Antisipasinya di posko itu nanti itu yang menyisir kurang-lebih radius 3 kilometer. Mereka akan menjangkaunya kalau kurang personel akan kontak ke kelurahan. Kalau kurang lagi, kontak kecamatan. Ada petugas yang di kelurahan dan kecamatan yang standby," ujarnya.
Benny menjelaskan penyisiran itu akan dilakukan setiap hari agar tidak ada lagi pengemis yang berkeliaran. "Kami nggak berikan ruang untuk para pengemis itu. Kadang memang batin manusia nggak tega, tapi itu sudah jadi bagian tugas kita. Nanti kalau yang di makam, kami juga pantau sama posko. Kalau satu, dua, kami langsung angkut. Kalau banyak, kami minta bantuan dari kelurahan dan kecamatan," ucap Benny. (ibh/aan)











































