DetikNews
Senin 15 Mei 2017, 15:12 WIB

Polisi Tangkap 1 Orang Lagi Terkait Pembunuhan Wanita di Jakut

Jabbar Ramdhani - detikNews
Polisi Tangkap 1 Orang Lagi Terkait Pembunuhan Wanita di Jakut Foto: Jumpa pers kasus pembunuhan (Jabbar-detikcom)
Jakarta - Seorang kernet bernama Zul (21) ditangkap polisi di Pelabuhan Bakauheni. Pada Kamis (4/5) pagi itu dia hendak melarikan diri ke kampungnya setelah membunuh wanita paruh baya bernama Melyanawati (65).

Polisi lalu menetapkan satu orang tersangka lagi dalam kasus tersebut. Adalah Riyanto alias Yanto (25) yang merupakan sopir korban diduga terlibat dalam pembunuhan tersebut.

Peristiwa ini berawal ketika keduanya datang ke rumah korban di Perum Muara Karang Blok H7 Utara, Jl Pluit Karang Sari XI RT 09/08, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Keduanya hendak mengambil barang untuk diantarkan ke pelanggan.

Polisi Tangkap 1 Orang Lagi Terkait Pembunuhan Wanita di JakutFoto: barang bukti pelaku kasus pembunuhan (Jabbar-detikcom)


Saat tiba, keduanya terlibat cekcok dengan Melyanawati. Di saat itu, Zul emosi dan mengambil pisau di dapur. Setelah itu dia menusuk korban hingga tewas.

"Kejadian diawali adanya pertengkaran atau cekcok antara kernet dan korban. Dia sering dimaki oleh korban. Pelaku ZK emosi lalu masuk dalam rumah dan ngambil senjata tajam dan menusukkan kepada korban Melyanawati," kata Kapolres Jakut Kombes Dwiyono di Polres Penjaringan, Jalan Pluit Selatan Raya, Jakut, Senin (15/5/2017).

Dia mengatakan, korban menerima dua tusukan yang menyebabkannya tewas. Setelah itu, Zul dan Yanto sempat mengambil uang korban senilai Rp 1,8 juta dan meninggalkan rumah korban.

"Ada dua tusukan, utamanya yang menyebabkan kematian kepada korban yaitu di leher dan dada. Setelah kondisi korban meninggal, tersangka ZK menyuruh sopirnya untuk masuk mengambil barang berharga milik korban. Lalu menemukan uang Rp 1,8 juta," ujarnya.

"Setelah mengambil uang, pelaku pura-pura tidak terjadi kejadian. Lalu meninggalkan lokasi. Untuk tersangka ZK pergi menggunakan naik motor yamaha korban. Sopir menggunakan mobil boksnya," sambung Dwiyono.

Zul kemudian membuang pisau dapur di daerah Kapuk, Penjaringan, Jakut. Setelah itu dia bertemu lagi dengan Yanto dan membagi uang yang dibawa dari rumah korban.

Zul mendapatkan uang sebesar Rp 800 ribu, sementara Yanto mendapatkan Rp 1 juta. Setelah itu, Zul langsung kabur dari Jakarta menuju Lampung menggunakan motor Yamaha R-15 bernopol B-6899-VI.

Sementara Yanto pulang ke rumah dan mengajak istrinya kembali datang ke rumah korban. Yanto, berpura-pura tidak mengetahui peristiwa lalu melapor ke polisi.

"Karena tersangka Y ini kebingungan, sempat menginformasikan kepada istrinya, pada saat itu dia beserta istrinya datang lagi ke TKP. Sempat melihat-lihat dan kemudian menginformasikan kepada Polsek Metro Penjaringan. Namun yang bersangkutan pura-pura tidak mengetahui kejadian tersebut," ujar Dwiyono.

Polisi lalu melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Disimpulkan keduanya terlibat dalam.kasus pembunuhan dan pencurian barang berharga dan uang di rumah korban.

"Pelaku ZK dikenakan pasal 338 KUHP dan atau 365 ayat (3) KUHP. Dimana ancaman hukuman 15 tahun. Sementara tersangka Y dikenakan pasal 55 KUHP juncto 56 KUHP juncto 365 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun," ucapnya.

Barang bukti yang dikumpulkan polisi di antaranya ialah satu unit alat perekam CCTV, satu unit sepeda motor Yamaha R-15 bernopol B-6899-VI, uang tunai sejumlah Rp 1,5 juta, pakaian korban, tas selempang warna hitam dan dompet besar warna cokelat milik korban.
(jbr/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed