"Adakah keputusan pengadilan yang menyenangkan semua orang? Pasti tidak. Jadi keputusan pengadilan itu pasti tidak menyenangkan semua orang," kata JK di kediamannya, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (15/5/2017).
"Hanya menyenangkan sebagian, tapi bagaimanapun kalau ini kan kita kembalikan ke hukum, apalagi solusi lain selain pengadilan. Enggak ada solusi lain," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam perkara ini solusinya cuma satu, pengadilan. Kalau musyawarah ndak bisa jalan karena sudah masing-masing pada posisi itu," tegasnya.
Kepada dua pendukung kandidat di Pilkada DKI Jakarta kemarin untuk bersatu. JK menegaskan bahwa pilkada adalah bagian dari demokrasi.
"Kalau semua bicara hidup demokrasi selalu teriak NKRI, ya demokrasi berarti setelah selesai pilkada selesai sudah. Kita mendukung siapa yang menang kemudian siapa yang menang membangun semua rakyat, tidak satu pihak," ucapnya. (fiq/jor)










































