Dini menyebut tetangga sebelah rumahnya sering membakar sesuatu yang menganggu. Di depan Djarot, dia mengaku sudah setahun sesak napas karena perilaku tetangganya tersebut. Sambil menangis dirinya mengadu pada Djarot karena aduannya ke RT hingga Lurah tak mendapat respon.
Djarot pun meminta Dini untuk bersabar dan tetap menyerahkan aduannya tersebut pada Lurah, bila Lurah tidak kunjung menanggapi baru dia yang akan turun tangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya nanti kita cek dulu," ujar Djarot.
Foto: Dini yang mengadu kepada Djarot |
"Sampaikan ke Lurahnya suruh cek. Kalau Lurahnya nggak gerak kita yang cek. Kita mau liat Ibu yang salah atau tetangganya (yang salah)," ucap Djarot.
Dini juga menyebut bahwa sudah pernah melapor pada Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) namun tak kunjung direspon oleh Lurah setempat.
"Ada preman, tokoh masyarakat gitu Pak yang back-up. Saya sudah pernah lapor ke Ahok, waktu itu surat saya 2 bulan nggak ditanggepin sama Lurah," ujar Dini sambil menangis di hadapan Djarot.
"Iya nanti kita cek dulu ya. Kasih ke lurah dulu suratnya," kata Djarot.
Selain itu, Dini juga menyebut bahwa tetangganya tersebut tidak pernah meminta izin darinya tetangga sekitar untuk melakukan aktivitas pembakaran itu. Dini tidak menyebutkan benda yang dibakar oleh tetangganya itu. Dia juga menyayangkan sikap RT yang dianggapnya cuek pada aduannya selama ini.
"Dia kan harusnya izin dulu ya (ke tetangga) kanan, kiri, depan, belakang. Harusnya urusan kaya gini kan sampai RT aja cukup nggak usah ke Lurah tapi ini RT sendiri masa bodo. Dia malah lempar ke Lurah," ujar Dini.
"Ini kan mengganggu kesehatan. Saya saja tiap hari tersumbat hidung saya. Sampai saya nggak bisa napas tiap malam," keluhnya. (bis/fjp)











































Foto: Dini yang mengadu kepada Djarot