Buru Napi Rutan yang Kabur, Polisi Razia Angkutan di Banyuasin

Buru Napi Rutan yang Kabur, Polisi Razia Angkutan di Banyuasin

Raja Adil Siregar - detikNews
Senin, 15 Mei 2017 02:41 WIB
Buru Napi Rutan yang Kabur, Polisi Razia Angkutan di Banyuasin
Foto: Raja Adil Siregar/detikcom
Banyuasin - Polisi terus memburu napi yang kabur dari Rutan Sialang Bungkuk di Pekanbaru. Salah satunya dengan melakukan razia di Banyuasin. Di wilayah tersebut, polisi menggelar razia pada siang hingga malam hari dengan berbekal identitas napi yang belum tertangkap.

Kapolsek Talang Kelapa Kompol Erwin S Manik mengatakan razia terus dilakukan untuk mempersempit ruang gerak napi yang akan melintasi wilayah Banyuasin.

"Sesuai instruksi Bapak Kapolres Banyuasin dalam upaya menjaring narapidana yang kabur dari rutan di Riau, kami melakukan razia di wilayah perbatasan dibantu dengan personel Polres," ujar Kompol Erwin kepada detikcom di sela-sela razia di depan Mapolsek Talang Kelapa, Minggu (14/5/2017) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sasaran utama razia adalah angkutan kota antarprovinsi, terutama yang berasal dari arah Provinsi Riau dan Jambi. Selanjutnya pemeriksaan identitas. Bila ada yang tidak memiliki identitas, akan diperiksa lebih detail di Mapolsek.

Selain itu, kata Erwin, dalam daftar yang diterima terdapat beberapa tahanan yang identitasnya berada di Sumatera Selatan. Karena itu, pihaknya akan memeriksa setiap penumpang secara selektif hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

"Kegiatan akan terus dilaksanakan sesuai perintah Kapolres. Karena, dari data yang kami dapatkan, ada beberapa yang berasal dari wilayah Sumatera Selatan. Tapi tidak menutup kemungkinan melintas menuju Pulau Jawa juga melalui jalur ini," tuturnya.

Dari pantauan detikcom di lokasi, terdapat beberapa penumpang bus lintas provinsi yang tidak memiliki identitas dan langsung digiring ke Mapolsek. Selanjutnya, dilakukan pencocokan dengan daftar yang tertera dalam kertas folio yang dipegang petugas. Bahkan beberapa di antaranya harus menghubungi pihak keluarga yang bisa bertanggung jawab.

"Kalau tidak ada identitas sama sekali, kita suruh hubungi keluarganya terlebih dahulu. Setelah terdata lengkap, baru kita bolehkan melanjutkan perjalanan," ucap Erwin. (nkn/nkn)


Berita Terkait