DetikNews
Minggu 14 Mei 2017, 17:10 WIB

Hijaber Turin ini Ingin Populerkan Busana Muslim di Italia

Nadila Fitria - detikNews
Hijaber Turin ini Ingin Populerkan Busana Muslim di Italia Foto: Colosseum di Roma, warisan peradaban kuno yang jadi landmark Italia (Foto: Irfan Padli/Trans7)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Milan - Penampilan Hind Lafram (22), seorang hijaber asal Turin menginspirasi bosnya, perancang busana di Milan untuk membuat busana muslim. Hind pun sudah mulai membuat busananya sendiri.

Hind bekerja di sebuah butik di Milan, milik Rossana Diana, perancang busana yang cukup dikenal di Milan. Rossana mendedikasikan fashionnya untuk alam, dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan.

Setelah Hind mulai bekerja di butik itu, Rossana mulai berpikir untuk membuat lini terbaru, bagi muslimah di Italia dan seluruh dunia. Hind adalah satu-satunya wanita berhijab yang bekerja di butik ini. Mimpi Hind untuk menyediakan baju muslim sedikit demi sedikit dapat tercapai.

"Milan adalah kota cantik, pusat fashionnya Italia. Tentu ini adalah mimpi saya yang terwujud bisa bekerja di Milan, Alhamdulillah dengan bidang yang saya sukai yaitu fashion, dan dengan hijab," tutur Hind pada tim Jazirah Islam Trans7.

Hind tinggal di Turin, sebuah kota kecil, yang berjarak sekitar 350 kilometer dari Milan, yang menjadi salah satu pusat mode dunia ini. Setiap hari, anak ketiga dari enam bersaudara ini harus bolak-balik Turin-Milan menumpang kereta cepat. Namun semua ia jalani dengan bersyukur, ia bisa bisa bekerja dengan hijabnya tanpa menemui hambatan yang berarti.

Hijaber Turin ini Ingin Populerkan Busana Muslim di ItaliaFoto: Nadila Fitria dari tim Jazirah Islam Trans7 (kiri) bersama Hind Lafram (kanan) di Milan (Foto: Irfan Padli/Trans7)


"Hijab adalah identitas saya. Ini adalah aturan dari Allah yang harus ditaati," tuturnya.

Turin adalah kota yang cukup penting di utara Italia. Kota ini kaya akan budaya dan sejarah.

Saat di Turin, tim Jazirah Islam bisa mengikuti langsung kegiatan sehari-hari Hind. Berbelanja bahan pakaian di pasar, ikut sesi foto dengan adiknya, Fatimah. Baju yang akan difoto adalah gaun berwarna merah, pesanan seorang calon pengantin.

Turin merupakan kota yang cukup terbuka. Hinda dan temannya bisa mengekspresikan diri, tanpa ada gangguan. Justri beberapa pejalan kaki mencoba mengabadikan momen ini.

Hind tidak hanya aktif sebagai pengarah gaya, namun ia juga kerap membuatkan berbagai baju untuk teman-temannya di Turin. Biasanya, pelanggan akan langsung datang ke rumah Hind untuk memesan baju.

Dengan cekatan Hind mengukur dan mencatat ukuran yang dibutuhkan. Semua ia lakukan sendiri, mulai dari menggambar, memotong pola hingga menjahit dengan mesin jahit warisan ibunya. Koleksi Hind pu sudah bisa dilihat vi sosial media.

Saksikan kisah lengkap kiprah muslimah Italia, dalam program "Jazirah Islam" TRANS 7, Senin 15 Mei 2017 pukul 15.15 WIB.
(nwk/nwk)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed