"Untuk menyelidiki pelakunya kita masih menunggu hasil labfor. Kan harus tahu dulu senjata api yang digunakan untuk menembak dari senjata apa," jelas Kaporles Tangerang Selatan AKBP Fadli Widiyanto kepada detikcom, Minggu (14/5/2017).
Fadli mengatakan pengujian labfor memakan waktu yang cukup lama. "Itu kan proyektil pelurunya pecah, sehingga pengujian memerlukan waktu cukup lama. Mudah-mudahan minggu ini sudah keluar hasil labfornya," imbuh Fadli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya nanti kalau senjata api sudah diketahui jenisnya apa, penyelidikan kan bisa mengerucut," sambungnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kaca kamar rumah Jazuli ditembak orang misterius beberapa waktu lalu. Penembakan terungkap setelah Syarifudin, keponakan Jazuli menemukan kaca di kamarnya berlubang dan terdapat pecahan kaca di atas kasur.
Mengetahui hal itu, keluarga tidak langsung melaporkannya ke pihak kepolisian. Pihak keluarga bahkan membuah serpihan kaca bekas tembakan ke tempat sampah.
Dari hasil olah TKP, polisi memastikan bahwa lubang di kaca kamar lantai dua berasal dari tembakan senjata api. Proyektil pelurunya sendiri baru ditemukan di dalam saku jaket Syarifudin, selang satu hari setelah kasus dilaporkan ke polisi. Saat itu Jazuli sendiri berada di Peru. (mei/dhn)











































