DetikNews
Minggu 14 Mei 2017, 13:10 WIB

Dakwah Muslimah Italia: Kelas Henna hingga Kampanye Salat Subuh

Nadila Fitria - detikNews
Dakwah Muslimah Italia: Kelas Henna hingga Kampanye Salat Subuh Foto: Nadila Fitria dari tim Jazirah Islam Trans7 bersama komunitas muslimah muda Italia (Foto: Irfan Padli/Trans7)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Cesena - Sejak Abad ke-9, Muslim terus tumbuh di Italia. Melalui Sisilia, sebagai pintu masuk Islam dari Afrika Utara.

Hampir 2 juta jiwa Muslim hidup di negeri pizza ini. Namun Italia masih belum sepenuhnya mengakui keberadaan agama rahmatan lil alamin ini, meskipun Islam banyak menorehkan kiprah di lembar sejarahnya.

Berbeda dengan Inggris dan Jerman yang memiliki ratusan masjid dengan kubah dan menara, di Italia, hanya ada 2 masjid besar yang berada di Kota Roma.

Kini Italia sudah menjadi negara yang lebih terbuka terhadap gelombang multikultur. Setelah krisis ekonomi yang melanda sejak awal tahun 2010, begitu banyak pendatang yang mengais rezeki di sini, dan mereka datang dari negeri mayoritas muslim.

Saat di Italia, tim Jazirah Islam mendapat undangan untuk hadir di acara "laboratori di henne" atau kelas henna yang diadakan komunitas muslimah di Cesena, kota kecil di utara Italia.

Jarak Roma dengan Cesena cukup jauh, 320 kilometer, dengan waktu tempuh 3 jam menumpang kereta cepat.

Henna, seni yang telah mengakar selama 5 ribu tahun dari India dan Timur Tengah ini, dijadikan media memperkuat ukhuwah dan menyebarkan citra Islam yang positif di Cesena. Adalah Kaltum Kamal Idrissi, gadis muslim yang menggagas acara ini.

"Alasan kami membuat kelas henna ini adalah pertama, sebagai media dakwah, untuk menyebarkan pesan Nabi Muhammad SAW. Biasanya di kegiatan ini kita juga menyediakan buku buku Islam dan Alquran terjemahan berbahasa Italia dari Roberto Picardo, secara gratis," tutur Kaltum.

Dakwah Muslimah Italia: Kelas Henna hingga Kampanye Salat Subuh Foto: Laboratori di Henne, kelas henna yang diadakan muslimah di Cesena (Foto: Irfan Padli/Trans7)


"Kami mau menyebarkan pesan yang sesungguhnya dari Islam, bukan pesan yang disampaikan oleh berbagai media bahwa Islam adalah teroris. Karena Islam adalah damai. Jadi kami berusaha yang terbaik untuk menyebarkan pesan ini," jelasnya.

Usai mengikuti kelas henna, Kaltum dan sahabatnya, Fatiha, mengajak tim Jazirah Islam keliling Kota Cesena. Menjadi minoritas muslim, masih ada beberapa pengalaman tidak enak yang mereka terima.

"Jika bicara mengenai minoritas, kami tidak melalui banyak kesulitan. Kami memiliki banyak teman dan rekan yang mencintai kami. Mendengar komentar negatif sudah menjadi hal biasa, dan orang yang penasaran dengan Islam semakin bertambah setelah kejadian di Paris dan Brussel," tutur Kaltum.

Dakwah Muslimah Italia: Kelas Henna hingga Kampanye Salat Subuh Foto: Nadila Fitria dari Tim Jazirah Islam Trans7 memasak spaghetti bersama Kaltum dan Fatiha (Foto: Irfan Padli/Trans7)


Ada beberapa kasus muslimah seperti dirinya tak bisa menggunakan hijab saat bekerja.

"Namun kami mengusahakan segala jalan agar kami tidak lagi menjadi korban. Karena sangat penting bagi mereka untuk tahu siapa kami dan bagaimana nilai kami di masyarakat," tambahnya.

Meski demikian, mereka tetap menjalani Islam dengan istiqamah meski ada beberapa aral. Bahkan menjadi inspirasi kawan-kawan mereka lainnya untuk menjalani kehidupan sebagai muslim yang baik.

Kaltum dan Fatiha juga aktif membuat kampanye salat subuh. Mereka selalu mengunggah satu buah foto bertuliskan seruan salat subuh di akun Facebook.

"Kami mulai membuat kampanye ini untuk mengajak orang-orang salat subuh. Karena jika kita melakukan salat subuh, maka akan mudah melakukan salat yang lainnya. Namun jika kita kelewatan salat subuh maka akan sangat menyesal, karena dengan salat subuh kita akan mendapatkan banyak keuntungan. Salat subuh juga wajib, kan, tidak boleh terlewatkan," urai Kaltum.

Dakwah Muslimah Italia: Kelas Henna hingga Kampanye Salat Subuh Foto: Kampanye salat subuh yang dilakukan Kaltum dan kawan-kawannya. (Foto: Irfan Padli/Trans7)


Kaltum pun menyitir hadis Rasulullah SAW yang mengatakan bahwa dengan salat subuh dan asar, umat muslim akan dapat banyak kebaikan dan surga.

"Maka kita harus mengajak banyak orang melakukan salat subuh agar semua dapat pahala yang besar. Tujuan kita hanya satu, membuat semakin banyak orang salat subuh," jelasnya.

Gadis berusia 23 tahun ini menggunakan berbagai aplikasi edit foto untuk membuat poster kampanye salat subuhnya. Ia memilih berbagai quote atau petikan kalimat ajakan salat subuh. Seperti, "Bunyi alarm saja tidak cukup membangunkan Anda salat subuh, namun yang benar-benar sanggup membangunkannya adalah Iman".

Postingan Kaltum disambut dengan cukup baik. Hal ini juga menjadi ladang amal, bagi muslimah muda Cesena dengan mengajak orang lain pada kebaikan.

Saksikan kisah lengkap kiprah muslimah Italia, di program "Jazirah Islam" TRANS 7, Senin 15 Mei 2017 pukul 15.15 WIB
(nwk/nwk)
FOKUS BERITA: Jazirah Islam 2017
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed