DetikNews
Minggu 14 Mei 2017, 06:02 WIB

Kronologi Penolakan Fahri Hamzah di Manado Versi Staf Ahli DPR

Ray Jordan - detikNews
Kronologi Penolakan Fahri Hamzah di Manado Versi Staf Ahli DPR Fahri Hamzah (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mendapat penolakan dari masyarakat saat berkunjung ke Manado, Sulawesi Utara. Seperti apa aksi penolakan tersebut?

Soal penolakan ini dijelaskan oleh Staf Ahli Wakil Ketua DPR, Bambang Prayitno. Bambang ikut bersama Fahri saat ke Manado, Sabtu (13/5).

Sebelumnya, Fahri sendiri telah membantah soal adanya penolakan dari masyarakat saat dia mengunjungi Manado. Dia mengaku diterima dengan baik oleh tokoh masyarakat dan tokoh agama Manado.

Hal ini disampaikan Fahri lewat akun Facebook miliknya @FahriHamzahPage, Sabtu (13/5/2017) malam. Fahri sudah mengizinkan detikcom untuk mengutip status Facebook tersebut.

"Boleh (dikutip)," kata Fahri saat dikonfirmasi detikcom.

Dalam pernyataannya itu dia menegaskan bahwa Kota Manado yang dikenal dengan istilah 'Bumi Nyiur Melambai' itu adalah tanah airnya.

"Alhamdulillah, Saya tidak ditolak. Saya diterima oleh pak Gubernur, Wagub, Toga (tokoh agama-red) dan Toma (tokoh masyarakat-red) secara baik. Bumi Nyiur Melambai adalah bumi saya, tanah air saya. Darah, daging dan tulang saya berasal dari sari pati nusantara," kata Fahri.

Fahri juga mengatakan, dia berhubungan baik dengan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey. Dia juga mengaku, setibanya di Manado saat itu, dia langsung dijemput di bandara oleh Olly.

"Gubernur Olly dan Wagub Steven adalah sahabat baik. Mereka menerima, menjemput dan mengantar sampai selesai," katanya.

Berikut kronologi insiden penolakan Fahri Hamzah di Manado, Sulawesi Utara, Sabtu (13/5/2017).

Pukul 10.30 WITA

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah beserta rombongan tiba di Bandara Samratulangi Manado. Informasi soal kedatangan Wakil Ketua DPR RI tersebut rupanya sudah didengar oleh masyarakat Manado.

Sebagian masyarakat di Sulut mengumumkan penolakan terbuka atas kedatangan Fahri Hamzah. Fahri Hamzah dianggap sebagai bagian dari kelompok intoleran yang menyebarkan kebencian kepada kelompok lain.

Anggapan ini muncul setelah ada rangkaian Aksi Bela Islam dimana Fahri pernah berorasi di 411 dan juga ikut mengecam penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok.

Pukul 11.00 WITA.

Situasi di luar Bandara Samratulangi masih kondusif. Gubernur Olly Dondokambey masih orasi di tengah massa yang menolak Fahri. Bambang mengatakan, Fahri sendiri meminta untuk orasi jika memungkinkan. Tapi Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw menyarankan untuk tidak muncul dulu.

Pukul 11.30 WITA

Diputuskan Wakil Gubernur Steven Kandouw menemani rombongan Fahri ke Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Masih di lokasi Bandara, Gubernur Olly datang menemui Fahri Hamzah dan melakukan koordinasi.

11.45 WITA

Gubernur Olly Dondokambey dan Wakil Gubernur Steven Kandouw ikut dalam rombongan penjemputan Fahri. Total ada 12 mobil yang mengiringi Fahri Hamzah menuju Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Kapolda Sulawesi Utara juga ikut dalam rombongan tersebut.

Bambang menjelaskan, rombongan melewati jalan kampung di belakang bandara. Polisi Militer dan Brimob ikut mengawal rombongan ini. Rombongan dari
DPR ini pun terbagi dua. Fahri Hamzah dan ajudan bersama Gubernur dan Wakil Gubernur. Rombongan staf di mobil terpisah.

Pukul 11.58 WITA

Rombongan baru melewati Lembaga Pemasyarakatan Manado. PJJR yang berada di depan rombongan mencari jalan-jalan alternatif agar tidak berpapasan dengan massa pendemo.

Pukul 12.05 WITA

Rombongan sudah memasuki Jalan Sudirman di tengah kota

Pukul 12.12 WITA

Rombongan Fahri Hamzah sudah sampai di Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Nampak ratusan polisi dan anggota ormas berjaga-jaga

Pukul 12.13 WITA

Gubernur dan Wakil Gubernur bersama Fahri Hamzah masuk ke ruang kerja Gubernur. Bambang menjelaskan suasana saat itu santai. Ketiga terlibat perbincangan yang santai. Kapolda konfirmasi terakhir kembali ke Airport.

Pukul 12.14 WITA

Diskusi ringan berlanjut dengan makan siang. Setelah itu, Gubernur Olly bertanya tentang berbagai macam informasi di Jakarta dan kabar kawan-kawannya di Jakarta.

Pukul 13.43 WITA

Acara Diskusi Publik KA KAMMI dengan Judul Kepemimpinan Muda yang bersih dan Anti Korupsi dimulai.

Pukul 13.44 WITA

Gubernur membuka acara dan berterima kasih kepada KA KAMMI yang menghadirkan Fahri Hamzah

Pukul 14.00 WITA

Sepanjang diskusi, berbagai pertanyaan kritis dari masyarakat Sulut muncul. Terutama terkait sikap Fahri Hamzah atas potensi konflik sosial karena Ahok. Fahri juga ditanyai sikapnya soal Pancasila dan mengapa ada Hak Angket KPK. Bambang mengatakan, semua pertanyaan itu dijawab oleh Fahri.

Pukul 15.05 WITA

Diskusi selesai dilanjutkan dengan sesi wawancara dan foto bersama. Selanjutnya, Fahri dan Gubernur Olly serta Wakil Gubernur masuk ke ruangan Gubernur.

Pukul 15.06 WITA

Diterima informasi bawa massa sudah berkumpul di luar kantor Gubernur Sulawesi Utara. Massa berusaha masuk ke dalam kantor.

Pukul 15.10 WITA

Rombongan bersiap-siap meninggalkan Manado. Gubernur bicara pribadi dengan Fahri dan setuju menuju bandara lewat akses jalan lain

Pukul 15.10 WITA

Bambang mengatakan, dari informasi yang berkembang, beberapa kelompok massa yang menghindari bentrok memilih mundur.

Pukul 15.28 WITA

Rombongan Fahri menuju bandara. Dalam waktu lima menit semua rombongan diarahkan masuk ke dalam mobil.

Pukul 15.43 WITA

Rombongan tiba di Bandara Samratulangi Manado dilanjutkan dengan salat di Masjid Bandara. Hujan deras mengguyur Manado selama perjalanan dari kantor Gubernur ke Bandara.

Pukul 15.47 WITA

Semua anggota rombongan Wakil Ketua DPR RI menuju pesawat. Sesuai jadwal, rombongan terbang pukul 15.56 WITA.
(jor/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed