DetikNews
Sabtu 13 Mei 2017, 18:52 WIB

Fahri Hamzah Ditolak Massa, Menhub Evaluasi Keamanan Bandara

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Fahri Hamzah Ditolak Massa, Menhub Evaluasi Keamanan Bandara Menhub Budi Karya Sumadi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi segera mengevaluasi sistem keamanan bandara pasca aksi massa menolak Fahri Hamzah di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulut. Rapat koordinasi terkait evaluasi akan dilakukan bersama aparat terkait.

"Bandara tidak boleh dimasuki oleh orang-orang yang tidak berkepentingan dengan bandara, baik sebagai aparat maupun pemakai jasa. Bandara harus steril," kata Kepala Biro Komunikasi Kemenhub J.A. Barata menyampaikan pesan Menhub yang sedang menjalani kegiatan dinas ke Beijing bersama Presiden Joko Widodo, Sabtu (13/5/2017).

Menhub menurut Barata, terus memonitor perkembangan keamanan bandara termasuk kesiapan antisipasi gangguan.

Baca juga: Massa Penolak Fahri Hamzah Geruduk Bandara Manado, Kaca Pecah

"Menhub juga terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menjaga keamanan dan sterilisasi bandara. Keamanan dan keselamatan penerbangan di Bandara sebagai obyek vital, harus benar-benar terjaga," imbuh Barata.

Menhub sambung Barata, mengingatkan adanya larangan unjuk rasa di objek vital seperti bandara. Hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

"Bandara, pelabuhan, stasiun kereta api, terminal dan obyek vital nasional merupakan tempat yang dilarang untuk melakukan unjuk rasa," ujar Barata.

Selain itu, Menhub juga menyampaikan rasa prihatin atas aksi yang merangsek area bandara.

"Mestinya bila semua unsur di Bandara Sam Ratulangi telah mempelajari gejala pada peristiwa di Kalimantan beberapa waktu lalu, antisipasi harus segera dilakukan," kata Barata.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Sulut Kombes Ibrahim Tompo mengatakan massa, menurut Ibrahim, berkumpul di Bandara Sam Ratulangi sekitar pukul 09.00 Wita. Massa berorasi menolak kedatangan Fahri.

Massa langsung merangsek ke bagian dekat apron terminal kedatangan Bandara Sam Ratulangi. Namun situasi ini berhasil dikendalikan polisi dan pihak pengamanan terakhir hingga akhirnya posisi massa digeser ke area pintu terminal kedatangan.

Kemudian sebagian massa beralih ke kantor gubernur. Ibrahim menyebut, dari bandara, Fahri memang tetap melanjutkan kegiatannya ke kantor gubernur hingga akhirnya kembali ke Jakarta dengan jam penerbangan pesawat pukul 17.00 Wita.


(fdn/erd)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed