"Saya selalu berusaha menyelipkan jadwal kuliah di antara semua agenda kunjungan kerja ke luar kota. Cukup menantang memang, tapi selama ini bisa disiasati," ujar Imam dalam keterangan tertulis, Jumat (12/5/2017).
"Ternyata saya masih deg-degan juga nih, doakan semua berjalan lancar, ya!" ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Judul tesis yang diajukannya pun tidak jauh dari apa yang diurusnya sebagai Menpora, yakni 'Evaluasi Kebijakan Sistem Keolahragaan Nasional oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Studi Kasus Pengelolaan Sepakbola Nasional oleh Kemenpora dan PSSI)'.
Selain karena tuntutan kelembagaan, keinginan memberikan contoh dan inspirasi bagi anak-anak muda untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi juga makin menguatkan tekadnya untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik.
"Saya merasakan sekali, apa yang dulu saya pelajari, pengalaman saya saat sebagai mahasiswa dulu dan sekarang, sangat jauh berbeda. Jadi mahasiswa S-1 itu enak, waktunya banyak luang, karena fokus kuliah dan berorganisasi. Sekarang tantangannya lebih besar," ujar Imam.
"Saya yakin bisa selesaikan studi ini, semoga kelak teman-teman dan anak-anak saya bisa terus sekolah yang lebih tinggi," harapnya. (ega/bag)











































