Pantauan detikcom pukul 20.35 WIB, ada tiga orang yang ditangkap polisi di Jl Cempaka Putih, yang berjarak hampir 1 km dari gedung Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta, Jl Letjen Suprapto. Polisi sebelumnya membubarkan massa pro-Ahok yang bertahan di depan gedung PT dengan menyemprotkan air lewat water canon.
Massa masih bertahan meski dipukul mundur oleh semprotan air dan barikade polisi. Karena kondisi ini, polisi menggunakan cara lain, yakni dengan membuka ruas jalur lambat dan cepat ke arah Senen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Orang yang menghalangi lalin setelah massa Ahok dibubarkan dari depan gedung Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Jumat (12/5/2017). (Herianto Batubara/detikcom) |
Sekitar pukul 20.45, arus lalu lintas dari Cempaka Putih menuju Senen sudah normal di jalur lambat dan cepat setelah sempat tertutup massa. Namun bus TransJakarta belum beroperasi.
Massa pro-Ahok menggelar aksi di depan PT DKI menuntut penangguhan penahanan Ahok. Ahok divonis 2 tahun penjara karena diyakini terbukti melakukan penodaan agama saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.
Lalu lintas di Cempaka Putih arah Senen, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017). (Herianto Batubara/detikcom) |












































Orang yang menghalangi lalin setelah massa Ahok dibubarkan dari depan gedung Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, Jumat (12/5/2017). (Herianto Batubara/detikcom)
Lalu lintas di Cempaka Putih arah Senen, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017). (Herianto Batubara/detikcom)