Beli Mobil Listrik Rp 4 M, Dahlan Ingin Buktikan Dirinya Benar

Zaenal Effendi - detikNews
Jumat, 12 Mei 2017 18:11 WIB
Dahlan Iskan membeli mobil listrik Tesla dan menunjukkannya di halaman Graha Pena, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (12/5/2017). (Zainal Effendi/detikcom)
Surabaya - Di tengah status tersangka kasus dugaan korupsi proyek mobil listrik, Dahlan Iskan membeli mobil listrik asal Amerika Serikat seharga Rp 4 miliar. Dahlan mengaku ingin menunjukkan bahwa mobil listrik di luar negeri ada dan diterima pencinta otomotif.

"Dulu kan ada yang bilang dalam proses perkara saya, mobil listrik yang dipromotori Pak Dahlan adalah omong kosong, mobil listrik itu tidak ada. Kan sudah jadi, pernah menaiki, sudah dibikin. Dulu ada Mobil Hijau, lalu Tucuxi meski nabrak, lalu ada Selo. Ah, itu hanya main-main saja. Terpaksa saya beli Tesla dari Amerika ini," kata Dahlan setelah memamerkan mobil listrik di halaman Graha Pena, Jalan Ahmad Yani Surabaya, Jumat (12/5/2017).

Ia menegaskan pembelian mobil listrik Tesla seharga Rp 4 miliar sebagai pembuktian bahwa opini saat pembuatan mobil listrik oleh dirinya saat menjabat Menteri BUMN adalah salah. Dahlan juga mengaku sebenarnya ia tidak ingin membeli Tesla, tapi hanya ingin membuktikan saja.

"Saya beli Tesla bukan karena ingin punya Tesla, tapi untuk membuktikan saja bahwa mobil listrik itu di luar negeri sudah begitu berkembang dan majunya dan diterima masyarakat. Buktinya, 1 tahun sudah menjual 700 ribu unit. Sekarang dibanding mobil bensin, kalah jauh karena Ford saja bisa produksi 7 juta dalam setahun. Tetapi bahwa ini sudah bisa diterima pasar terbukti kapitalisasi pasar Tesla sudah lebih tinggi dari kapitalisasi mobil Ford," ungkap dia.

Beli Mobil Listrik Rp 4 M, Dahlan Ingin Buktikan Dirinya BenarFoto: Zainal Effendi/detikcom

Dahlan mengaku saat membuat mobil listrik hingga berbuntut menjadi tersangka, ia tidak pandai dalam menjelaskan maksud dan tujuan pembuatan mobil listrik. Bahkan ia menyebut Indonesia sudah tertinggal 4 tahun karena tidak memproduksi mobil listrik. "Sekarang kita kehilangan waktu 4 tahun. Karena, seandainya waktu saya bicara kemudian mendapat dukungan dari masyarakat, kita sudah 4 tahun lebih dari sekarang," ujar Dahlan sambil memamerkan keunggulan dua mobil listriknya.

Mantan Dirut PT PLN ini mengatakan, saat ditunjuk untuk membuat mobil listrik, ia mengaku kurang pandai menjelaskan sehingga tidak ada produksi massal mobil listrik dari embrio mobil listrik yang sudah dibuatnya.

"Mungkin saya yang salah karena kurang pandai menjelaskan, mungkin orang ada yang curiga saya ini akan bisnis mobil listrik. Itu saya menyesal sekali kenapa tidak saya jelaskan sejak awal bahwa perkiraan orang begitu. Saya hanya ingin menggerakkan saja agar Indonesia memproduksi mobil listrik. Yang memproduksi terserah, yang jelas bukan saya. Kenapa bukan saya, karena saya tidak punya background bisnis mobil. Ini harus punya background mobil, tetapi masalahnya yang punya background mobil sudah tertambat pada mobil BBM sehingga harus ada dobrakan dari luar yang tidak terkait dengan mobil BBM," ungkap Dahlan.

Beli Mobil Listrik Rp 4 M, Dahlan Ingin Buktikan Dirinya BenarFoto: Zainal Effendi/detikcom

Apakah pembelian Tesla ini ada kaitan dengan kasus mobil listrik? "Dibilang ada kaitannya juga silakan, tidak juga silakan, karena saya tidak pernah berhenti meski ada perkara ini. Saya tidak pernah berhenti mengembangkan mobil listrik. Karena, setelah Selo, kita lagi membidani mobil listrik ketiga. Jadi Selo adalah generasi kedua setelah Tucuxi. Sekarang lagi dikembangkan generasi ketiga yang tentu lebih maju lagi, jenisnya masih penumpang," pungkas Dahlan. (ze/try)