Terpilihnya Ketum PBR Zainuddin MZ, Sudah Resmi

Terpilihnya Ketum PBR Zainuddin MZ, Sudah Resmi

- detikNews
Kamis, 28 Apr 2005 02:33 WIB
Jakarta - Proses terpilihnya Zainuddin MZ menjadi Ketua Umum (Ketum) PBR sudah sah dan memenuhi prosedur. Sekjen PBR versi Zainuddin, Burzah Zarnubi, menganggap menyayangkan adanya ketidaksetujuan pada proses aklamasi. Penjelasan ini disampaikan Sekjen PBR Burzah Zarnubi di Hotel Sahid, Jl Jend Sudirman, Jakarta, Kamis (28/4/2005) dini hari. "Saya heran ada teman-teman yang tidak legowo atas hasil dari muktamirin yang melakukan aklamasi," kata Burzah.Setelah menyampaikan laporan LPJ DPP dan sebelum dilakukan aklamasi, Zainuddin meminta kepada seluruh muktamirin untuk membangun kepengurusan lebih baik lagi.Menurutnya, keputusan itu sudah demokratis, sudah masuk akal sehat. "Sebagian besar muktamirin mengatakan seperti itu, dan tidak ada yang menolak. Seluruhnya sudah berjalan legal," lanjutnya.Gejala mendukung Zainuddin untuk menjadi Ketum PBR sudah ada sejak muktamar dibuka. Ketika dalam pengesahan tata tertib, muktamirin memutuskan untuk melaksanakan pemilihan secara langsung. "Itu sudah tanda-tanda aklamasi," tutur salah satu mantan Ketua DPP PBR ini.Setelah Zainuddin selesai memberikan tanggapan atas pandangan umum DPW, atas laporan pertanggungjawaban DPP, seluruh muktamirin berdiri, semua minta aklamasi. Ketika itu segera diambil langkah untuk mengambil keputusan. "Ini kan teknik dalam mengambil suara," terang anggota DPR RI ini.Berkaitan dengan adanya peserta gelap, dirinya mengatakan, Mahendra seharusnya bicara berdasarkan data, "Saya sangat sayangkan kalau tidak ada faktanya, itu (aklamasi tersebut) faktanya ada, ada dokumentasi tv kok," tegasnya lagi. Burzah memaparkan, pada saat itu, tidak ada satu pun peserta yang duduk, semuanya 100 persen berdiri. Sedangkan mengenai akan dilakukan pemecatan terhadap Zaenuddin, itu merupakan hal yang tidak berdasar. "Forum aklamasi itu dapat memecat kubu Zaenal," ancam balik Burzah.Pihaknya mempertanyakan, bagamana bisa sebuah kepengurusan dibentuk hanya di satu lantai saja. "Sementara kita di aklamasikan di ruang muktamirin," yakin Burzah.Agenda selanjutnya Muktamar I PBR ini adalah sidang komisi. Mengenai klaim 26 DPW dari Zaenal Maarif, pihaknya membantah klaim lawannya."Lihat saja siapa yang paling banyak DPWnya, kita kan kubuyang faktual, kita kubu yang paling kuat. Kita didukung 400 DPC dan mayoritas DPW mendukung Pak Zainuddin," ujar Burzah dengan panjang lebar.Menurutnya, jangan terlalu berkhayal dalam politik. Alasannya, politik itu adalah fakta dan kekuatan. "Kita adu kuat saja," paparnya. Kubu Zainudin yang dipimpin Burzah langsung mengumpulkan tanda tangan, sudah terkumpul stempel dari 21 DPW.RekonsiliasiKetum PBR yang terpilih secara aklamasi Zainuddin MZ mengatakan akan ada usaha untuk melakukan rekonsilasi antara pihakyang berseberangan. "Iya, donk, kita mau rekonsiliasi," tegas Zainuddin.Mengenai tanggapan atas kubu Zaenal Maarif yang sudah memecatnya, pihaknya belum mengetahui adanya tindakan tersebut. "Saya belum tahu, saya bahkan belum dengarnya," jelasnya.Ketika ditanyakan apa langkah selanjutnya, Ketum PBR periode 2005-2010 ini bersikukuh akan melakukan tahap rekonsiliasi demi kemajuan partai. "Saya akan segera menghubungi Pak Zaenal secepatnya. Besok pagi saya akan menghubungi dia, keutuhan partai lebih penting, saya optimis akan terjadi rekonsiliasi," tegas Zainuddin. (ism/)


Berita Terkait