"Saya besok mau besuk Ahok di Mako Brimob. Ya untuk melihat keadaan Ahok di Mako Brimob, apapun tidak boleh perbedaan garis politik lalu kita menghilangkan silahturami, apalagi Ahok kan dulu pernah di partai yang sama dengan saya," ujar Arief dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (12/5/2017).
"Ahok sekarang mengalami hal yang mungkin sangat tidak diinginkan terjadi pada setiap orang," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jangan kita simpan dendam dan terus menyudutkan Ahok, ini tidak baik bagi kehidupan politik dan sebagai sesama anak bangsa, apalagi pilkada sudah usai," terang Arief.
Selain itu, Arief berharap Presiden Joko Widodo bisa menjenguk Ahok. Hal tersebut dinilainya perlu dilakukan sebab selama ini Ahok diketahui cukup dekat dengan Jokowi.
"Saya juga berharap Pak Joko Widodo di saat tidak sibuk jenguklah Ahok sebagai sahabatnya Pak Joko Widodo. Nggak perlu lebay takut popularitasnya menurun," tutur dia.
Ahok ditahan dan divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim karena diyakini telah menodai agama sebab mengaitkan Surat Al-Maidah 51 dengan politik pilkada. Arief meminta jangan ada pihak yang mengejek atau malah menari di atas penderitaan Ahok.
"Dengan yang menimpa Ahok, justru kita harus bisa dapat belajar dari kasus yang menimpa Ahok," pintanya.
Rencananya, Arief akan menjenguk Ahok bersama para aktivis. Namun, dia belum bisa memastikan jam kedatangannya. Ahok memang ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Sebelumnya, Ahok sempat dibawa ke Rutan Cipinang, Jakarta Timur. (gbr/elz)











































