Karena adanya perpanjangan rute koridor 13, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Tuty Kusumawati mengatakan, Pemprov DKI sudah berkomunikasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk membicarakan hal tersebut. Komunikasi dilakukan karena nantinya rute koridor 13 akan melintasi dua provinsi.
"Pemprov DKI sudah bersurat secara resmi kepada Bappenas dan Kemenhub, kami diskusi langsung dengan Bappenas bahwa seyogyanya yang lintas provinsi seperti itu ditangani oleh pemerintah pusat," kata Tuty di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini sudah direspon oleh Bappenas, bahwa ini butuh integrasi karena nggak bida bangun sepotong-sepotong untuk angkutan perkotaan, dan integrasi itu layaknya APBN," kata Tuty.
"Bagaimana pembiayaan pembangunan kami komunikasikan ke Bappenas," lanjutnya.
Sementara itu, lanjut Tuty, Pemkot Tangerang sudah membuat kajian soal perpanjangan koridor 13. Hasil kajian tersebut nantinya akan diserahkan kepada Bappenas.
"Kami sudah membiayai studi kepada pihak Tangerang dan mereka sudah selesaikan," tutupnya.
Plt Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat sendiri menargetkan koridor 13 TransJakarta rute Tendean-Ciledug bisa diresmikan di hari ulang tahun Jakarta pada 22 Juni.
"Koridor pembangunan koridor 13 TransJakarta sekarang masih ujicoba. Tanggal 22 Juni Ultah DKI sudah harus bisa kita launching (resmikan)," kata Djarot di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/5) lalu. (bis/rvk)











































