Artinya, aduan ini akan ditetapkan per hari sehingga warga yang ingin mengadu hari itu harus menyesuaikan dengan tema aduan yang telah ditentukan oleh Pemprov.
"Nanti ke depan kita lagi mikir supaya lebih fokus lagi. Itu kita bikin per hari dan mereka harus tahu. Misalnya hari ini fokus masalah apa, ya kayak dokter praktik gitu loh," kata Djarot di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (12/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuannya, lanjut Djarot, agar bisa lebih banyak masalah yang ditampung. Eksekusi pun bisa menjadi lebih cepat dan terfokus.
"Tetap kita satu minggu bisa berapa kali (aduan). Pendidikan-kesehatan misalkan hari Senin dan Rabu atau Jumat. Dengan cara seperti itu, akan lebih banyak yang tertampung," tuturnya.
Namun nantinya Pemprov akan mensosialisasi aduan ala 'praktik dokter spesialis' ini terlebih dahulu. Hal itu untuk mencegah warga yang datang, namun salah aduan atau warga yang kaget karena aduannya tidak sesuai dengan tema hari tersebut.
"Tapi ini masyarakat harus tahu lebih dahulu. Jadi ini kayak dokter spesialis, praktik pemerintah melayani warganya," ucapnya seraya tersenyum. (nth/idh)










































