TNI dan Militer Singapura Tingkatkan Kerjasama
Rabu, 27 Apr 2005 20:12 WIB
Jakarta - Markas besar TNI dan Singapore Army Force berupaya untuk memperkuat hubungan kerjasama militer antar kedua negara. Kerjasama itu dituangkan melalui berbagai kegiatan diantaranya pertukaran intelijen, latihan dan pendidikan bersama."Kita selama ini selalu melakukan kegiatan kerjasama yang dapat saling menguntungkan bagi kedua belah pihak," jelas Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto, usai pertemuan tahunan dengan Chief of Defence Force Singapore Army Force (SAF), Letnan Jenderal Ng Yat Chung di Hotel Hilton, Jakarta, Rabu (27/4/2005). Acara bertajuk "Combinet Annual Report Meeting (CARM) 2005" ini dihadiri oleh 40 orang. 22 Orang delegasi Indonesia dipimpin Panglima TNI dan 18 orang delegasi dari Singapura dipimpin Panglima Angkatan Perang Aingapura Ng Yat Chung.Menurut Panglima TNI, pertemuan tersebut mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan kedua negara pada tahun lalu. Pertemuan juga membahas apa saja yang akan dilakukan pada tahun depan. Kerjasama itu diantaranya, berupa latihan bersama dan pertukaran prajurit TNI dan Singapura, terutama dalam hal pendidikan.Pejabat Pengganti Sementara Kapuspen TNI, Brigjen TNI Suhartono Suratman menjelaskan, pertemuan CARM kali ini selain membicarakan peningkatan kerjasama militer, juga dibahas laporan tahunan kegiatan CARM 2004. Ada beberapa hal yang menonjol, yakni menguatnya hubungan kedua negara, diantaranya pertukaran intelijen antara intel TNI dan Singapura.Kerjasama lainnya yakni di bidang kelautan, melalui Indonesia Singapore Joint Coordinating Committee. Bidang pendidikan melului Indonesia Singapore Joint Traning Committee dan di bidang manajemen pemeliharaan melalui Indonesia Singapore Joint Logistic Committee.Suhartono menegaskan, melalui kerjasama kedua negara ini, TNI dan SAF telah merasakan manfaat pertukaran pengetahuan, pengalaman dan profesi. Hubungan kedua negara pun semakin kuat, ketika militer Singapura juga memberikan bantuan baik peralatan maupun sipil di Aceh dan Nias. Atase Pertahanan Singapura untuk Indonesia, Kolonel Yee Cheok Thong menyatakan, kerjasama selama ini telah berjalan dengan baik. Apalagi, setelah adanya patroli terkoordinasi untuk mengamankan Selat Malaka di wilayah perbatasan Indonesia-Singapura."Kita akan tingkatkan kerjasama di bidang pengamanan laut. Masalah perompakan yang terjadi di atas perairan Selat Malaka sudah mulai berkurang, berkat operasi patroli koordinasi itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan melakukan upaya lain untuk mengamankan laut," kata Yee.Suhartono kembali menegaskan, masalah perbatasan tidak dibahas karena sudah ditangani langsung oleh pemerintah.
(ism/)











































