"Survei dilakukan pada 5-16 April 2017, dengan melibatkan 4.668 responden. Ketika ditanyakan apakah konsumen pernah dikecewakan oleh pelayanannya, sebanyak 41 persen responden mengaku pernah dikecewakan, dan sebaliknya, 59 persen responden tidak pernah dikecewakan," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangannya, Jumat (12/5/2017).
Meski pernah dikecewakan, masyarakat mengaku cukup puas terhadap pelayanan transportasi online. Ada 77,7 responden yang menjawab pelayanan transportasi online sudah sangat baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar transportasi online bisa memuaskan pelanggan, YLKI menyarankan untuk membuat standar pelayanan. Dengan begitu, bisa diketahui apakah konsumen terpuaskan atau tidak.
"Pelayanan transportasi online belum mempunyai standar yang jelas. Oleh karena itu, mendesak untuk adanya standar pelayanan minimal, khususnya untuk taksi online. Standar pelayanan minimal sangat urgen untuk menjamin pelayanan yang terukur bagi konsumen," ucap Tulus.
YLKI juga menyarankan pemerintah mengkaji kebijakan batas bawah dan atas pada transportasi online. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) harus bisa membuktikan apakah tarif transportasi online itu karena faktor efisiensi atau faktor banting harga.
"Jika faktor efisiensi menjadi penyebab, maka tarif batas bawah tidak layak diterapkan," tutur Tulus.
Tulus mengatakan fenomena transportasi online muncul karena buruknya fasilitas transportasi publik. Maka, pemerintah tidak mungkin melarang transportasi online.
"Keberadaan transportasi online tidak bisa dielakkan, apalagi dilarang. Fenomena ini terjadi karena masih buruknya pelayanan angkutan umum di kota-kota besar Indonesia, termasuk Kota Jakarta," kata Tulus.
Berikut ini keluhan konsumen terhadap pelayanan perusahaan transportasi online mengacu pada survei YLKI:
1. Pengemudi minta dibatalkan sebanyak 1.041 responden (22,3 persen)
2. Sulit mendapatkan pengemudi sebanyak 989 responden (21,19 persen)
3. Pengemudi membatalkan secara sepihak sebanyak 757 responden (16,22 responden)
4. Aplikasi map rusak/error sebanyak 612 responden (13,11 persen)
5. Pengemudi tidak datang sebanyak 296 responden (6,34 persen)
6. Kondisi kendaraan kurang baik sebanyak 282 responden (6,04 persen)
7. Pengemudi ugal-ugalan sebanyak 221 responden (4,73 persen)
8. Kendaraan bau asap rokok sebanyak 215 responden (4,61 persen)
9. Pengemudi merokok saat mengemudi sebanyak 35 responden (0,75 persen) (aik/rna)










































