detikNews
Jumat 12 Mei 2017, 07:12 WIB

Menanti Hasil Identifikasi KKP soal Hewan Raksasa di Laut Maluku

Arief Ikhsanudin - detikNews
Menanti Hasil Identifikasi KKP soal Hewan Raksasa di Laut Maluku Bangkai hewan raksasa yang ditemukan di Laut Maluku. (Dok. Pendam Pattimura)
Jakarta - Dalam kondisi gelap, salah seorang warga bernama Asrul melihat sesuatu mengambang di Laut Maluku. Ia menyangka benda tersebut adalah kapal yang akan bersandar di Pantai Hulung, Desa Lha, Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Asrul tidak menaruh curiga dan langsung pergi. Namun, pada pukul 09.00 WIT, dia kembali ke lokasi untuk memastikan benda yang dijumpai semalam.



Dia terkejut karena benda yang dilihatnya bukanlah kapal. Terlihat kulit mengambang di atas air dengan bau busuk menyengat. Asrul langsung menghubungi warga dan Babinsa (Bintara Pembina Desa) Desa Lha.

"Diduga cumi-cumi raksasa dan ditafsirkan berukuran 15 meter dengan berat kurang-lebih 35 ton," kata Dandim 1502/Masohi Letkol Inf Achmad Fikri Dalimunthe kepada detikcom, Rabu (10/5/2017).

Masyarakat menganggap hewan itu sebagai cumi-cumi. Namun itu belum bisa dipastikan karena bangkai sudah hancur.

Salah satu staf Loka Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (LPSPL) Sorong Satuan Kerja Ambon, Nasrun, mengidentifikasi bangkai hewan raksasa itu sebagai paus. Dia menilai hal tersebut setelah melihat foto bangkai raksasa itu.
 Menanti Hasil Identifikasi KKP Soal Hewan Raksasa di Laut MalukuBangkai hewan raksasa yang ditemukan di Laut Maluku. (Dok. Pendam Pattimura)

Nasrun menyebut informasi penemuan bangkai itu diterimanya dari nelayan sekitar pukul 16.00 WIT. Nasrun menyebut bangkai itu sebagai paus karena tidak melihat ventral grooves atau lipatan pada rahang bawah, seperti pada baleen whale.

"Hal ini yang bisa bedakan bangkai superbusuknya baleen whale dan sperm whale, karena keduanya cenderung 'gemuk' saat sudah sangat membusuk dan besar sekali bangkainya. Sperm whale, sebusuk apa pun, dia nggak akan ditemukan lipatan kayak di bangkai baleen," kata Nasrun saat berbincang dengan detikcom, Rabu (10/5).

Lalu, tentang bentuk yang menyerupai tentakel, Nasrun mengatakan itu efek pembusukan. Diduga hewan tersebut sudah mati 7-10 hari yang lalu.

"Kalau dilihat dari panjang 22 meter, besar sekali. Jadi sperm whale itu, kalau membusuk, ususnya akan keluar melalui bagian tenggorokan bawah mulut yang bergaris-garis kayak buah labu, jadi melengkung-lengkung," tuturnya.

"Kalau dia mati, sudah membusuk beberapa minggu akan terlepas, jadi semacam tentakel cumi memanjang," kata Nasrun.

Besoknya, Kamis (11/5), Dalimunte menemani tim riset dari pugak Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tim melakukan riset awal untuk identifikasi bangkai.
 Menanti Hasil Identifikasi KKP Soal Hewan Raksasa di Laut MalukuBangkai hewan raksasa di Laut Maluku (Dok. KKP Kabupaten Seram Bagian Barat)

Berdasarkan pemeriksaan awal, bangkai hewan raksasa itu memiliki panjang 22 meter dan lebar 8 meter. Hewan ini memiliki dua taring dengan panjang 5,5 m dan diameter 13 m. Hewan tersebut memiliki 4 tangan/sirip, 2 di bagian belakang dan 2 di depan. Panjang masing-masing tangan/sirip adalah 2,50 m.

"Memiliki ekor mirip ekor buaya dengan panjang 5,50 m. Makhluk tersebut diperkirakan mengeluarkan racun yang mengakibatkan ikan-ikan kecil dan teripang yang ada di sekitarnya mati. Kondisi bangkai mamalia laut tersebut sudah mengeluarkan bau tidak sedap sampai radius 500 meter," ucap Dalimunthe.

Namun pemeriksaan selintas tidak bisa menjawab spesies makhluk tersebut. Harus ada penelitian lebih lanjut dan pengambilan sampel untuk diteliti.

"Belum bisa dipastikan untuk jenisnya karena bentuk dari binatang tersebut sudah hancur. Dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengambil example untuk diteliti lebih lanjut," ujar Dalimunthe kepada detikcom, Kamis (11/5).

Tim riset dari KKP, Jumat (12/5), rencananya akan kembali ke lokasi untuk melanjutkan penelitian terhadap bangkai hewan raksasa ini untuk menentukan jawaban apakah hewan itu cumi-cumi atau paus. Sebab, bangkai tersebut sudah semakin busuk dan mencemari lingkungan.
(aik/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com