PKB Ucapkan Selamat Waisak: Mari Tingkatkan Persaudaraan

PKB Ucapkan Selamat Waisak: Mari Tingkatkan Persaudaraan

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 11 Mei 2017 16:49 WIB
PKB Ucapkan Selamat Waisak: Mari Tingkatkan Persaudaraan
Foto: Nathania Riris Michicco/detikcom
Jakarta - Umat Buddha hari ini memperingati Hari Waisak. PKB pun mengucapkan selamat Waisak untuk umat Buddha dan mengajak seluruh warga Indonesia menjadikan spirit Buddha untuk dapat saling menghargai sesama.

Wasekjen PKB Daniel Johan menyampaikan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar, atas nama keluarga besar PKB mengucapkan Selamat Waisak 2561 BE/2017 kepada segenap umat Buddha. Menurut dia Waisak adalah hari raya agama Buddha yang memperingati tiga peristiwa penting, yakni kelahiran, tercapainya penerangan sempurna, dan mangkatnya Buddha Gautama. Tiga peristiwa penting itu terjadi pada hari yang sama ketika bulan purnama di bulan Waisak.

"Doa kami agar Waisak membawa kebaikan bagi segenap rakyat dan memperkuat rasa persaudaraan kita sesama anak bangsa," ungkap Daniel dalam rilis yang diterima detikcom, Kamis (11/5/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waisak disebut Daniel memiliki pesan penting untuk mencintai kemanusiaan. Kemanusiaan menurutnya menjadi dimensi sakral agama yang menyatukan seluruh umat di dunia. Kemanusiaan akan mengajarkan cinta terhadap sesama, apapun latar belakangnya.

"Waisak mengajak kita untuk mengatasi penderitaan sosial guna mewujudkan keadilan sosial secara bersama-sama. Tanpa keadilan sosial tidak ada Buddhisme," tutur Daniel.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI tersebut menyatakan, musuh bersama saat ini adalah kemiskinan dan ketidakadilan sosial. Itu yang menurutnya menimbulkan berbagai masalah sosial dan kemanusiaan. Problem sosial seperti itu, kata Daniel, harus diatasi secara bersama-sama.

"Manusia bukan musuh kita. Karena permusuhan berujung kebinasaan. Justru tugas kita adalah mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan. Solidaritas dan kerja sama yang digerakkan oleh nilai-nilai mulia semua agama menjadi kekuatan besar mengatasi penderitaan sosial ini," ucapnya.

Daniel mengatakan, semangat menjunjung tinggi kemanusiaan terwujud dengan semakin kuatnya persaudaraan yang menjadi syarat utama kesejahteraan suatu bangsa. Dia menyebut, Indonesia yang kaya dengan keanekaragaman adalah takdir Tuhan yang menjadi kekuatan dan modal besar bersama.

"Merusak kekuatan ini sama saja mengingkari takdir Tuhan. Mari kita rawat Indonesia sebaiknya dengan pengabdian kepada manusia-manusia di dalamnya," imbau Daniel.

"Waisak mengajak kita untuk bersama-sama mengatasi penderitaan sosial yang ada. Dengan cinta dan bukan dengan permusuhan," tambahnya. (ear/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads