"Itu reguler. Dapat promosi. Rombongan Pak Budi (Dwiarso Budi Santiarto) sudah hakim tinggi. Rata-rata hakim tinggi. Kalau nggak (promosi), nanti ketinggalan kan kariernya," kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur saat dihubungi wartawan, Kamis (11/5/2017).
![]() |
"Nggak ada hubungannya dengan Ahok. Saya yakinkan nggak ada sama sekali," Ridwan menegaskan.
Dalam rapat Tim Promosi dan Mutasi (TPM) yang digelar pada Rabu (10/5) kemarin, ada 388 hakim yang dimutasi dan dipromosi. Dalam prosesnya, Ridwan mengatakan, nama-nama hakim yang dimutasi dan dipromosi dipilih berdasarkan pola mutasi dan promosi yang ada di MA.
Enggak ada hubungannya dengan Ahok. Saya yakinkan enggak ada sama sekaliKepala Biro Hukum dan Humas MA, Ridwan Mansyur |
Tim pertimbangan dalam proses mutasi dan promosi dipimpin langsung oleh Ketua MA Hatta Ali dan melibatkan seluruh ketua kamar yang disesuaikan dengan nama-nama hakim yang dipindah.
Ridwan Mansyur (ari/detikcom) |
"Sehingga kemarin itu sudah ada di website dalam 1x24 jam setelah ditandatangani Ketua MA. Nama-nama itu harus di-publish ke website masing-masing pengadilan," tutur Ridwan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun anggota majelis Ahok, Jupriyadi, menjadi Ketua Pengadilan Negeri Bandung. Abdul Rosyad juga ikut dipromosikan menjadi hakim tinggi pada Pengadilan Tinggi Palu.
(rvk/asp)













































Ridwan Mansyur (ari/detikcom)